Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur menggandeng pihak swasta, yakni PT Solusi Bangun Indonesia Tbk untuk pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) hasil pengolahan sampah di tempat pengolahan sampah terpadu di wilayah itu.
"Kerja sama ini merupakan capaian penting sebagai bentuk konsolidasi kebijakan lingkungan, untuk menjamin kualitas lingkungan hidup masyarakat, khususnya generasi mendatang,” kata Wakil Bupati (Wabup) Sumenep KH Imam Hasyim di sela-sela acara penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) itu di Mandhepa Mandaraka Pendopo Keraton Sumenep, Kamis.
Pada kegiatan itu juga dilakukan pengiriman perdana pemanfaatan RDF sebanyak 24,1 ton.
Pihaknya memandang pemanfaatan RDF langkah nyata mengurangi volume sampah, sekaligus menyediakan energi alternatif bagi sektor industri, sehingga bukan sekadar program teknis tetapi gerakan bersama yang memadukan kebijakan, teknologi, dan partisipasi masyarakat.
RDF menjadi salah satu strategi dalam menekan timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendukung target pengurangan emisi karbon.
"Kami mengharapkan kerja sama ini menjadi awal dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, serta model bagi kecamatan dan desa dalam mengelola sampah berbasis ekonomi sirkular,” katanya.
RDF adalah bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan sampah rumah tangga maupun industri, yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh pabrik semen atau sektor lain yang membutuhkan sumber energi substitusi.
Ia menyatakan kerja sama ini tidak berhenti pada pengiriman perdana, tetapi berkembang menjadi sistem yang matang, terukur, dan berdampak jangka panjang sebagai langkah nyata inovasi dalam mengelola sampah.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen memberikan dukungan penuh demi keberlanjutan program ini, dengan penguatan fasilitas serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah,” katanya.
Direktur Operasi SBI Edi Sarwono mengatakan pihaknya memanfaatkan RDF Kabupaten Sumenep ini, sebagai bahan bakar pengganti sebagian batu bara di Pabrik Semen Tuban dalam rangka menciptakan ramah lingkungan.
"Kerja sama membuktikan sampah bisa menjadi sumber energi yang nyata, melalui kolaborasi untuk membantu mengelola limbah, sekaligus menekan emisi karbon dalam proses produksi semen," ujarnya.
Pihaknya menilai keberhasilan RDF hasil sinergi antara sektor industri dan pemerintah daerah, dalam memperkuat pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan, dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus mendukung pemanfaatan energi alternatif yang berkelanjutan.
“RDF tidak hanya membantu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga berkontribusi dalam penyediaan bahan bakar alternatif bagi industri,” katanya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025