Toko Emas Wahyu Redjo memperkuat pasar emas di Surabaya, Jawa Timur dengan menghadirkan layanan premium dan strategi investasi perhiasan, seiring tren permintaan masyarakat untuk kebutuhan investasi maupun gaya hidup.

“Sekitar 75 persen orang masih membeli perhiasan dibanding logam mulia. Kami ingin mendorong pelanggan agar investasi tidak hanya di logam mulia, tetapi juga pada perhiasan,” kata Manajemen Representatif Wahyu Redjo Group Diana Kusuma Atmaja di Surabaya, Rabu.

Ia menjelaskan, pembelian perhiasan di Surabaya menyumbang sekitar 30-40 persen dari total penjualan, sisanya berasal dari luar daerah.

“Trennya semakin meningkat. Kami punya standar harga resmi mengikuti pasar, sehingga konsumen merasa aman bertransaksi,” ujarnya.

Dengan lebih dari 100 cabang di Jawa Timur, Wahyu Redjo mampu memetakan selera pelanggan dengan standar penjualan dan interaksi yang terjaga, termasuk layanan purna jual seperti pencucian perhiasan gratis dengan standar hotelier.

Untuk memperkuat pasar, Wahyu Redjo tengah menyiapkan ekspansi ke beberapa daerah baru di Jawa Timur seperti di wilayah Situbondo, Ponorogo, hingga Probolinggo.

"Untuk Jawa Tengah belum dalam waktu dekat karena masih perlu persiapan matang,” katanya.

Selain itu, Wahyu Redjo juga menggelar pameran Sparkling Carnival di Atrium Jalata Plaza Surabaya pada 1-5 Oktober 2025, yang menampilkan koleksi terbaru dari pabrik emas seperti UBS, AYU dan HWT.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025