Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program double track SMA bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan sejumlah sekolah pelaksana di wilayah setempat agar tetap relevan sesuai kebutuhan zaman.

“Program ini hadir sebagai solusi bagi lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah dan memilih bekerja atau berwirausaha,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai di Surabaya, Sabtu.

Ia menjelaskan dalam program double track terdapat tiga nilai strategis yang menjadi kunci utama, yakni penguatan kewirausahaan, pembekalan life skill abad 21 meliputi keterampilan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta problem solving, dan penguatan karakter serta kemandirian.

Dalam program ini, keterampilan yang paling dominan diajarkan pada murid adalah multimedia, teknik listrik, teknik elektro, tata boga, tata busana, kecantikan, dan teknik kendaraan ringan.

Menurut dia, keterampilan itu tidak hanya menyiapkan lulusan diterima pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI), tetapi juga membekali murid untuk berwirausaha.

“Menumbuhkan entrepreneurship, agar mereka bisa tangguh dalam pasar industri. Keterampilan yang sifatnya jasa, akan lebih dibutuhkan pasar. Misalnya saja tata boga, ini berkaitan dengan makanan. Tidak butuh dana banyak, mereka bisa membuka usaha di rumah bahkan bisa merekrut masyarakat sekitar jika pesanan banyak. Ini tentu juga membuka lapangan usaha bagi orang lain,” ujarnya.

Dalam monev tersebut, pihaknya meninjau produk dari tata rias, tata boga hingga teknik kendaraan.

Ia menyebut pelajar SMA sudah ada yang menerapkan keterampilannya, seperti dalam bidang jasa rias kecantikan, bahkan ada yang membuka bengkel pribadi.

Pihaknya ingin program yang sudah berjalan sejak 2018 itu terus berdampak baik pada murid sebagai bekal keterampilan praktis, kewirausahaan, serta life skill.

Untuk memastikan program sesuai harapan, ia menekankan pentingnya kolaborasi, seperti dengan ITS dalam menyiapkan kurikulum, pelatihan guru, serta pendampingan sekolah.

Kemudian Dindik Jatim juga memastikan kebijakan, pembinaan, dan dukungan anggaran.

Sementara itu, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jatim Suhartatik menyatakan pihaknya berkomitmen menguatkan program double track melalui digitalisasi pembelajaran dan pemasaran produk, diversifikasi keterampilan sesuai perkembangan zaman termasuk teknologi informasi, animasi, dan wirausaha digital, serta penguatan kerja sama dengan DUDI melalui teaching factory dan program magang.

Dalam monev tersebut diikuti oleh 12 SMA pelaksana program, yakni SMAN 1 Rejotangan, SMAN 1 Kalidawir, SMAN 1 Campurdarat, SMAN 1 Karangan, SMAN 2 Karangan, SMAN 1 Tugu, SMAN 1 Bendungan, SMAN 1 Pule, SMAN 1 Dongko, SMAN 1 Panggul, SMAN 1 Munjungan, dan SMAN 1 Kampak.

“Secara keseluruhan, 12 sekolah peserta monev melibatkan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri dengan jumlah antara tiga hingga 10 mitra per sekolah,” katanya.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025