Surabaya - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH) Kota Surabaya akan meresmikan ruang pelayanan rawat inap kelas VIP di rumah sakit setempat pada Sabtu (22/9). Direktur RSUD BDH, Maya Syahria Saleh, di Surabaya, Jumat, mengatakan, peresmian tersebut merupakan bagian dari kegiatan memperingati HUT ke-2 RSUD BDH. "Kami berharap layanan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Surabaya," katanya. Menurut dia, di usianya yang masih tergolong muda, RSUD BDH bisa dikatakan mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Memang, saat masih awal diresmikan, tingkat kunjungan pasien belum terlalu banyak. Namun, lanjut dia, seiring bertambahnya waktu, kepercayaan masyarakat akan pelayanan RSUD BDH semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari angka kunjungan pasien yang mengalami peningkatan setiap bulannya. Dari Januari hingga Agustus tercatat sedikitnya 49.326 pasien berobat ke rumah sakit milik Pemkot Surabaya ini, dengan rata-rata per bulan 6.166 orang. "Sekarang sudah mulai banyak yang berobat ke BDH, rata-rata per hari di atas 250 orang. Bahkan sebelum lebaran lalu, mencapai 349 orang dalam sehari," ujarnya. Untuk pelayanan ruang VIP yang juga akan diperkenalkan ke publik, lanjut dia, jumlahnya 10 unit dengan fasilitas antara lain dua bed atau tempat tidur, AC, lemari pendingin, televisi, dan sejumlah sarana lainnya. "Harga yang dipatok untuk kamar VIP sebesar Rp. 400 ribu per hari," katanya. Maya menambahkan, sebenarnya ruang VIP ini sudah "soft launching" sejak sebulan lalu. "Sudah ada 23 orang yang menggunakan kamar VIP ini dalam sebulan terakhir," imbuhnya. Tak berhenti sampai disitu, guna menjadikan RSUD BDH sebagai rumah sakit pilihan masyarakat, ke depan Maya berupaya menambah pelayanan Hemodialisa (HD) dan CT Scan, serta penambahan unit stroke dan poli rehab medik bagi penderita stroke. Adapun rencana BDH yang tak kalah penting yakni peningkatan kelas rumah sakit menjadi kelas B, mengingat saat ini masih tergolong klasifikasi C dengan 135 tempat tidur. "Kami juga tengah berusaha menerapkan pengelolaan keuangan secara mandiri, agar pendapatan dapat dikelola sendiri oleh rumah sakit," katanya. (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012