Bojonegoro - Wakil Bupati (Wabub) Bojonegoro Setyo Hartono, Kamis, memberangkan 1.031 calon haji (calhaj) asal daerah setempat yang masuk kloter I,II dan III Embarkasi Surabaya. "Ada dua calhaj yang mengundurkan diri karena sakit," kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Bojonegoro Wachid Priyono, sebelum pemberangkatan calhaj. Ia menyebutkan, calhaj yang mengundurkan diri yaitu Ana Muawana (54), asal Malang yang pindah mutasi pemberangakatan haji ke Bojonegoro. "Dia batal berangkat, sebab matanya buta," jelasnya. Satu calhaj lainnya, Masduki Musa (60), warga Suwaloh, Kecamatan Balen, yang juga mengundurkan diri berangkat dengan alasan istrinya yang sudah masuk daftar tunggu, tidak berangkat pada musim haji tahun ini. Lebih lanjut Wachid menjelaskan, sebanyak 1.031 calhaj asal Bojonegoro itu, akan berangkat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jumat (21/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Setyo Hartono yang memberangkatkan calhaj asal Bojonegoro, didampingi Kepala Kementerian Agama Bojonegoro Abdul Wachid dan Kapolres Bojonegoro AKBP Rahmat Setyadi. Pemberangkatan calhaj yang dijadwalkan pukul 07.00 WIB dari kantor pemkab, molor sekitar 40 menit, akibat Jalan Raya Bojonegoro-Surabaya, mulai Kecamatan Kapas hingga Kecamatan Balen dipenuhi kendaraan pengantar haji, sehingga menyulitkan calhaj menuju kantor pemkab. "Pemberangkatan tanpa upacara, tapi sebelumnya sudah ada acara perpisahan di pemkab," ucapnya. Menurut Wachid, sebanyak 1.031 calhaj itu naik 39 bus, dan 10 truk yang membawa barang bawaan calhaj menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. "Rombongan calhaj asal Bojonegoro yang masuk kloter I, II dan III dari Bandara Juanda Surabaya langsung menuju Medinah," jelasnya. Kepada Wartawan, Wabup Bojonegoro Setyo Hartono mengharapkan, calhaj asal daerahnya bisa melaksanakan ibadah haji dengan ikhlas dan sabar. "Yang penting semua calhaj harus mematuhi instruksi ketua rombongan haji agar pelaksanaan ibadah haji bisa berjalan lancar," katanya, menjelaskan.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012