Bojonegoro - Puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro demontrasi ke DPRD dan pemkab setempat, menuntut perbaikan dan pemanfaatan infrastruktur pendidikan dan kesehatan. Koordinator demo mahasiswa PMII Bojonegoro Zainul Hasan, dalam orasinya, Senin menyatakan, di Hari Kebangkitan Nasional ini, masih banyak ketimpangan sosial yang terjadi, dalam pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan. Realita yang ada, lanjutnya, pembangunan bidang pendidikan masih terpusat di perkotaan, belum bisa merata di wilayah pedesaan, contohnya yakni masih minimnya sarana pendidikan di Kecamatan Sekar. "Saat ini, banyak infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang terbengkalai," ujarnya. Ia menyebutkan, gedung Rumah Sakit Internasional (RSI) di Jalan Veteran yang dibangun dengan dana cukup besar, sudah lama tidak dimanfaatkan. Selain itu, masih banyak gedung lembaga pendidikan yang rusak, di antaranya lokal gedung SDN Wotan Ngare 2 di Desa Wotan Ngare, Kecamatan Kalitidu. "Kami mendesak RSI difungsikan, dan bangunan lokal sekolah yang rusak di Bojonegoro, semuanya sudah diperbaiki selambat-lambatnya pada 2013," ucapnya, menegaskan. Puluhan mahasiswa PMII itu, mengawali demo di bundaran jalan di Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota, dengan membawa keranda dan sejumlah poster yang mengkritik anggota DPRD yang dianggap lambat dalam menyikapi berbagai kebijakan pemkab. Puluhan petugas Polres melakukan penjagaan demo itu, sejak mahasiswa mengawali demo, juga ketika melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD dan di depan kantor pemkab. Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto, didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya dari berbagai komisi antara lain, M. Yasin, Mitroatin, Sigit Kusharyanto, yang menerima pendemo, mengajak para mahasiswa mengawal perbaikan sekitar 1.300 ruangan gedung SDN. Dijadwalkan, jelasnya, perbaikan ruangan SDN yang sekarang sudah mulai berjalan, rampung Oktober."Kami minta mahasiswa ikut melakukan pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan," kata Sukur, yang juga Ketua DPC Partai Demokrat itu. Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD, Sigit Kusharjanto menambahkan, pihaknya sudah melakukan pengawasan dalam berbagai bidang pembangunan secara optimal. "Tapi, kami juga minta kepada mahasiswa juga seluruh masyarakat untuk membantu melakukan pengawasan pembangunan di Bojonegoro," ujarnya, berharap.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012