Malang - Pemerintah Kota Malang tahun ini menambah satu puskesmas rawat inap, yakni Puskesmas Mulyorejo di Kecamatan Sukun kota setempat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Enny Sekar Rengganingati, Kamis mengatakan, saat ini sudah ada empat puskesmas yang berstatus rawat inap, yakni Puskesmas Kendalsari, Dinoyo, Kendalkerep, dan Kedungkandang. "Sebenarnya program menaikkan status puskesmas menjadi rawat inap ini sudah cukup lama, namun selalu saja ada kendala. Dan, sekarang kami terus berupaya setiap kecamatan ada Puskesmas rawat inapnya, bahkan untuk daerah yang jauh dari kota, paling tidak ada dua," ujarnya. Kecamatan yang berpotensi memiliki puskesmas rawat inap lebih dari satu adalah Lowokwaru, Sukun dan Kedungkandang, karena sebagian wilayah kecamatan tersebut berada di pinggiran kota atau jauh dari rumah sakit. Bahkan, lanjutnya, pertengahan Juni ini di Kecamatan Kedungkandang akan ditambah dengan poliklinik yang menjadi bagian dari rumah sakit umum daerah (RSUD). Saat ini pembangunan RSUD belum tuntas, namun sebagian gedung yang sudah selesai akan difungsikan sebagai poliklinik umum. Ia mengaku, sebenarnya di Kedungkandang sudah ada puskesmas rawat inapnya, namun khusus untuk bersalin, sehingga untuk poli umumnya akan memanfaatkan sebagian bangunan RSUD yang sudah selesai. Menyinggung tenaga dokter dan paramedis yang bertugas di poliklinik umum mengingat sampai sekarang belum ada rekrutmen CPNS baru bidang kesehatan, Enny mengatakan, akan memaksimalkan tenaga medis dan paramedis yang ada di Dinkes. Sebab, lanjutnya, untuk poliklinik umum tidak banyak membutuhkan tenaga. Paling tidak ada satu dokter umum, satu dokter spesialis, beberapa orang perawat serta tenaga administrasi. "Sambil menunggu pembangunan RSUD selesai dan moratorium CPNS, kami mengajukan rekrutmen tenaga kesehatan yang nantinya untuk mengisi kebutuhan tenaga medis, paramedis dan keadministrasian di RSUD yang pembangunannya dijadwalkan tuntas tahun depan," katanya. Jika hingga pembangunan RSUD selesai dan rekrutmen belum terealisasi, tegasnya, maka pihaknya akan menggunakan tenaga kontrak. "Kalau RSUD sudah tuntas dan dioperasikan, tapi belum ada petugas, ya terpaksa merekrut tenaga kontrak," tegas Enny.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012