Surabaya - Pengelola superblok Tunjungan City yakni Pakuwon Group optimistis pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza (TP) 5 siap dibuka pada tahun 2014 sehingga bisa mendukung pengembangan pusat perbelanjaan tersebut yang kini okupansinya telah mencapai 98 persen. "Dengan keberadaan TP lima yang mencatatkan investasi senilai Rp800 miliar, kami yakin dapat menjadi pusat perbelanjaan tersebut menjadi yang terlengkap di Surabaya sekaligus menempatkan diri sebagai mal berkelas premium," kata Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi saat "Ground Breaking Ceremony The Peak and Tunjungan Plaza 5", di Surabaya, Kamis. Menurut dia, pembangunan TP 5 tersebut juga semakin melengkapi superblok Tunjungan City yang merupakan pusat perbelanjaan dengan kondominium, hotel, pusat perkantoran. "Bahkan, menjadi superblok pertama di Indonesia," ujarnya. Realisasi pembangunan TP 5, jelas dia, juga didukung besarnya minat masyarakat mengunjungi TP 1 yang menjadi mal modern pertama di Indonesia Timur. "Lalu, diikuti pembangunan TP 2 termasuk pusat perkantoran dan membawa nama Pakuwon menjadi masuk dalam era superblok dengan pembangunan yang massif pada tahun 1996," katanya. Setelah itu, sebut dia, juga diresmikan TP 3. Sheraton Hotel, dan Kondominium Regency, serta keberadaan TP 4 pada tahun 2001. "Untuk mempertahankan kualitas dan kondisi gedung serta meningkatkan kepuasan pelayanan kepada pengunjung, pada tahun 2006 manajemen melakukan peremajaan menyusul semakin ketatnya persaingan mal di Surabaya," katanya. Luas area TP 5 mencapai 23.000 meter persegi sehingga dengan penambahan mal itu maka total luas superblok Tunjungan City menjadi 148.000 meter persegi. "Ke depan, pengembangan TP 5 siap menyatu dengan 'facade' TP 4. Lalu, TP 5 akan menjadi gedung tertinggi di Surabaya maupun di Indonesia Timur," katanya. Bahkan, lanjut dia, juga akan dibangung hotel bintang empat yang melengkapi hotel bintang lima Sheraton Hotel and Towers yang sebelumnya berada di kompleks tersebut. "Kami harap, keberadaan TP 5 dapat mengalihkan minat masyarakat Indonesia yang selama ini berbelanja di Jakarta dan Singapura menjadi ke Surabaya. Apalagi, kualitas barang 'branded' yang ditawarkan tidak kalah dengan di tempat lain," katanya. (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012