Pacitan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Jawa Timur, terus berupaya mengidentifikasi kerusakan infrastruktur maupun rumah penduduk, akibat banjir bandang disertai tanah longsor yang melanda kawasan tersebut sejak Rabu dinihari. "Laporan sementara yang sudah kami terima, seorang warga ditemukan tewas akibat terseret air bah dan enam rumah warga ambruk akibat banjir tadi pagi," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Pacitan, Tri Mudjiharto. Enam rumah penduduk yang dilaporkan mengalami kerusakan dengan skala sedang dan berat tersebut masing-masing berada di Kecamatan Tegalombo, Arjosari, serta Ngadirojo. Tri Mujiharto mengemukakan, selain menyebabkan seorang warga tewas dan merobohkan beberapa rumah, sejumlah sarana umum seperti jalan dan jembatan penyeberangan juga mengalami kerusakan. Pihak BPBD sendiri sejauh ini juga terus mengupayakan pengiriman sejumlah bantuan pangan dan obat-obatan bagi sebagian warga yang sempat mengungsi. Belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang ditimbulkan akibat bencana banjir bandang disertai tanah longsor tersebut, namun pihak BPBD memperkirakan nilai kerugian mencapai seratus juta lebih. Selain wilayah Kecamatan Ngadirojo, banjir juga terjadi di wilayah Kota Pacitan dan Arjosari. Akibatnya, arus lalu lintas antara Pacitan-Ponorogo sempat terputus total selama kurang lebih lima jam, yakni mulai pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB. Banjir di wilayah Kecamatan Arjosari ini juga sempat menghentikan upaya evakuasi tanah longsor di Kecamatan Tegalombo. Karena kendaraan berat yang dikirim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat tak mampu melalui genangan banjir. Tak hanya jalan antar kabupaten, tanah longsor juga memutuskan lalu lintas di jalan alternatif antar kecamatan, yakni antara Kecamatan Tegalombo dan Bandar. Meski sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, tetapi untuk kendaraan roda empat atau lebih terpaksa berbalik arah dan mencari jalur alternatif memutar sejauh 20 kilometer. Kapolsek Ngadirojo AKP Daryanto membenarkan adanya korban tewas dalam peristiwa banjir bandang yang melanda wilayahnya. Ia mengungkapkan, jasad korban yang diketahui bernama Boinem (90), merupakan warga Desa Wiyoro. Korban ditemukan warga sekitar 100 meter dari lokasi tenggelam di ujung jembatan gantung Dadapan, Desa Ngadirojo. Ketika ditemukan warga, nenek malang ini sudah tak bernyawa. Daryanto mengatakan peristiwa yang merenggut nyawa Boinem itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, seperti biasa korban bermaksud berangkat ke pasar untuk menjajakan bunga. Ditemani adik laki-lakinya, Tukiran yang berusia 71 tahun korban menyusuri jalan kampung sebelum akhirnya sampai di jembatan Dadapan. Namun karena kondisinya masih gelap, korban tidak menyadari jika pada saat yang bersamaan sungai meluap. "Korban dan saudaranya kemudian terseret arus," terang Kapolsek. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012