Sebanyak 122.539 orang pemudik memanfaatkan moda angkutan laut untuk melaksanakan mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah dari Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

General Manager Kalimas dan Terminal Penumpang GSN Dhany Rachmad Agustian di Surabaya, Jumat, mengatakan ratusan ribu pemudik itu merupakan jumlah akumulasi sejak H-15 hingga H2 Lebaran, atau mulai Selasa (26/3) sampai Kamis (11/4).

"Rincian sampai H2 mencapai 92.582 penumpang turun dan 29.957 penumpang naik, sehingga totalnya 122.539 penumpang," kata Dhanny.

Berdasarkan data yang dihimpun dari manajemen GSN, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, yakni pada H-15 Lebaran total ada 4.095 orang. Di H-14 terdapat 4.647 orang yang berangkat maupun tiba di lokasi tersebut.

Pada H-13 jumlah penumpang berada di angka 4.491 orang. Namun, di masa H-12 angka tersebut naik menjadi 8.127 orang dan pada H-11 ada sebanyak 9.636 orang.

Selanjutnya, pada H-10 Idul Fitri 2024 tercatat jumlah penumpang ada 11.346 orang berangkat maupun tiba di pelabuhan tersebut. Di H-9 angka itu turun menjadi 3.973 orang, dan kembali naik di H-8 menjadi 6.362 orang.

Puncak arus mudik mengacu pada data GSN, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya terjadi saat H-7 Lebaran, dengan jumlah keseluruhan penumpang mencapai 14.591 orang.

Sehari setelahnya, atau pada H-6 total penumpang tercatat di angka 8.737 orang, H-5 sebanyak 5.558 penumpang, H-4 mencapai 9.438 orang, H-3 sebanyak 10.013 penumpang, H-2 mencapai 7.371 orang, dan H-1 sebanyak 10.307 orang.

Sedangkan pada H1 atau tepat perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah total terdapat 3.186 orang.

Lalu, di masa H2 Lebaran jumlah penumpang, baik yang tiba maupun berangkat total 662 orang.

Dhanny menyatakan per hari ini baru ada dua kapal yang berangkat dari terminal transportasi laut tersebut.

"Hari ini kondisinya landai, sampai sore ini kosong. Dua kapal saja yang berangkat itu sekitar pukul 07.00 WIB," ujarnya.

Sementara, Dhanny menyatakan kondisi cuaca di perairan Jawa Timur masih terpantau dalam kondisi normal, sekalipun muncul potensi hujan dengan intensitas rendah di kawasan tersebut.

"Kondisi angin di Laut Jawa juga masih normal sekitar 14 knot dan ketinggian gelombang berkisar antara 0,2 sampai 1 meter," tuturnya.

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024