Manajemen Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) menyiapkan puluhan relawan yang siaga 24 jam untuk memberi kenyamanan bagi penumpang atau pemudik yang menggunakan transportasi laut pada arus mudik lebaran 2024.

General Manager Kalimas dan Terminal Penumpang GSN Dhany Rachmad Agustian di Surabaya, Rabu, mengatakan hal tersebut berkordinasi dengan para pemangku kepentingan termasuk pemerintah kota agar dapat menerjunkan relawan untuk membantu para penumpang yang turun maupun naik dari kapal.

"Jadi tugas para relawan untuk membantu embarkasi dan dembarkasi, terutama turun dan naiknya para penumpang yang kesusahan membawa barang bawaan," ucapnya. 

Dhany menjelaskan, kenapa hal tersebut dilakukan karena setiap penumpang kapal bisa membawa barang hingga 40 kilogram.

"Jadi penumpang di transportasi laut itu memang berbeda dengan yang darat maupun udara, barang bawaannya agak unik," katanya.

Selain itu, pihaknya juga memprioritaskan untuk membantu penumpang lanjut usia (lansia), difabel hingga ibu hamil.

"Kami juga menyediakan ruang istirahat bagi ibu hamil, lansia, ibu menyusui, hingga anak-anak di lantai dua, tapi itu kami sediakan untuk penumpang saat arus balik, karena kalau mudik sudah langsung pulang," ujarnya.

Semua fasilitas yang ditawarkan pihaknya tidak dipatok harga, karena semua untuk membantu dan memberi kenyamanan bagi para penumpang saat arus mudik.

"Termasuk kursi roda semuanya gratis, tidak ada yang berbayar, memang kami berikan kepada mereka," tuturnya.

Tak hanya itu, untuk memudahkan mencari transportasi darat pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk lebih mendekatkan kendaraan di dalam area Terminal Penumpang GSN.

"Jadi bus DAMRI yang biasanya ada di luar atau di terminal ujung itu sudah kami masukkan ke dalam, terus untuk taksi daring sudah beroperasi penuh di pelabuhan, termasuk taksi argo juga sudah membantu. Dan yang terakhir kemarin informasi yang saya peroleh Suroboyo Bus juga sudah mulai masuk ke Pelabuhan Tanjung perak," ujar Dhany.

Sementara, pihaknya mencatat puncak arus mudik lebaran 2024 terjadi pada Rabu, 3 April 2024, yang mencapai sekitar 12.800 penumpang dari 13 kapal yang berlabuh.

Sementara, data dari puncak arus mudik lebaran yang terjadi pada 2023 mencapai 12.020.

"Artinya ada kenaikan yang cukup lumayan dari tahun lalu," kata Dhany.

Sedangkan data yang tercatat sejak awal Posko Terpadu Angkutan Laut Idul Fitri berdiri pada 26 Maret hingga 2 April 2024, total penumpang yang sudah terdata sebanyak 52.676 orang.

"Dengan rincian, jumlah penumpang naik 17.824 orang dan 34.852 jumlah penumpang turun dari dan ke Terminal penumpang GSN, dan hal ini fluktuatif, karena bisa terus bertambah," ucapnya.

Dari data tersebut, pihaknya dapat memetakan bahwa rata-rata pemudik paling tinggi yang masuk di GSN ialah dari Balikpapan, Banjarmasin dan yang ketiga Makassar.

"Yang paling tinggi dari Balikpapan, kedua Banjarmasin dan yang ketiga dari Makassar gitu, itu sampai hari ini,"  tuturnya.(*)

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : A Malik Ibrahim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024