Penjabat Bupati Lumajang Indah Wahyuni menyebutkan pisang cavendish bakal menjadi produk unggulan wilayah setempat, sehingga dapat menjadi lokomotif perekonomian dan identitas daerah.

"Saya bersyukur atas kesuburan tanah Lumajang yang memungkinkan pertumbuhan berbagai jenis tanaman, termasuk pisang cavendish," kata Indah Wahyuni saat panen pisang cavendish di Desa Rojopolo Kecamatan Jatiroto, Sabtu.

Potensi tanaman pisang cavendish di Kabupaten Lumajang semakin berkembang dengan luas lahan mencapai 13 hektare yang tersebar di lima kecamatan, termasuk di Desa Rojopolo Kecamatan Jatiroto yang dimiliki oleh Kelompok Tani Makmur.

"Dengan kesuburan tanah ini, pertanian menjadi unggulan di Lumajang. Berbagai tanaman perkebunan, sayuran dan buah-buahan dapat tumbuh dengan subur di sini, termasuk pisang," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa pohon pisang dapat tumbuh di hampir seluruh wilayah Kabupaten Lumajang, sehingga menjadikan daerah itu dikenal sebagai "Kota Pisang".

Selain Cavendish, beragam jenis pisang lainnya juga banyak ditemukan di Lumajang, seperti pisang mas kirana, pisang agung dan pisang pasak kresek.

"Saya berharap kehadiran pisang cavendish di tengah masyarakat Kecamatan Jatiroto dapat membawa dampak ekonomi yang signifikan, dan dapat ditanam di kecamatan lainnya," katanya.

Pj Bupati Lumajang yang akrab disapa Yuyun itu mengatakan pisang cavendish itu dapat menjadi potensi baru yang dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Lumajang.

Sementara salah satu anggota Kelompok Tani Makmur, Jamal mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan, sehingga tidak lagi kesulitan dalam hal pemasaran.

"Namun, produksi yang dihasilkan di Lumajang belum mencukupi permintaan pasar untuk kualitas tertentu. Kami mengirim ke Surabaya, Sidoarjo dan daerah lain," katanya.

Selain mengirim ke luar daerah, lanjut dia, kelompok taninya juga menjual pisang cavendish secara langsung untuk pasar lokal, sehingga memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai tambah produk lokal Lumajang.(*)

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : A Malik Ibrahim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024