Madiun - Puluhan pelajar Kota Madiun yang tergabung dalam Duta AIDS dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat, membagikan 5.000 selebaran guna mencegah penyebaran virus HIV/AIDS di kota setempat, Kamis. Pembagian selebaran dilakukan di perempatan Tugu Kota Madiun, Jatim, yang melibatkan sekitar 30 pelajar perwakilan dari sejumlah sekolah setempat. "Selebaran ini bertuliskan tentang bahayanya penyakit HIV/AIDS dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang berisiko tertularnya penyakit mematikan tersebut," ujar salah satu Duta AIDS asal SMA Negeri 6 Kota Madiun, Nina. Menurut dia, selebaran tersebut sebagai salah satu cara untuk menyosialisasikan bahayanya penyebaran virus HIV/AIDS, yang semakin mengkhawatirkan di Madiun. "Selebaran tersebut dibagikan kepada semua pengguna jalan tanpa kecuali. Hal ini sebagai tanda bahwa saat ini HIV/AIDS telah mengancam semua manusia dan tidak memandang usia, pekerjaan, asal, dan lainnya," terang dia. Sekertaris KPA Kota Madiun, Muhammad Samhan, mengatakan jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Madiun setiap tahunnya terus meningkat. Hingga saat ini jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Madiun telah mencapai 143 orang. "Khusus untuk tahun ini saja, hingga bulan Oktober telah ada empat pederita yang meninggal dunia akibat penyakit yang menyerang sistem imun tubuh ini," papar Samhan. Sementara, dari jumlah total 143 penderita HIV/AIDS tersebut, sebanyak 16 kasus di antaranya merupakan temuan baru selama tahun 2011 oleh KPA dan Dinas Kesehatan Kota Madiun. Selain terus meningkat, berdasarkan pengamatannya, telah terjadi pergeseran penyebab tertularnya penyakit HIV/AIDS. Jika biasanya angka penyebaran terbanyak terdapat di kalangan perisiko tinggi seperti pengguna narkoba suntk dan para pekerja seks komersial (PSK), namun saat ini telah merambah ke kalangan bukan perisiko tinggi yakni ibu rumah tangga dan anak-anak. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada kalangan perisiko tinggi seperti, pengguna narkoba suntik, waria, gay, dan PSK untuk waspada terhadap penyebaran penyakit ini. Sosilaisasi juga dilakukan di sekolah-sekolah, perkumpulan PKK, Palang Merah Indonesia (PMI), dan komunitas masyarakat umum lainnya.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011