Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menjamin kebutuhan dasar korban banjir di Kota dan juga di Kabupaten Mojokerto akibat jebolnya Sungai Sadar yang melintasi wilayah setempat, Rabu.  

"Tugas kita adalah bagaimana memenuhi kebutuhan dasar logistiknya. Pertama adalah tempat pengungsian, yang kedua makanan Insya Allah tidak ada masalah, kami siap dari BPBD kemudian semua peralatan tidur dan lainnya sudah kita siapkan," ujar Adhy usai meninjau Kabupaten dan juga Kota Mojokerto yang dilanda banjir sejak Rabu dini hari.   

Ia meminta masyarakat jangan khawatir untuk urusan logistik karena sudah siap memang sudah dipersiapkan untuk musim hujan ini.

Pj. Gubernur Adhy melanjutkan, untuk penanganan logistik saat ini diatur sedemikian rupa karena jumlah pengungsi sangat banyak. Pelayanan akan lebih maksimal jika lokasi pengungsian tidak berada di satu tempat. Sementara dapur umum yang ada mampu menyediakan logistik sebanyak 5.000 dalam sehari untuk warga yang terdampak.  

"Kita harus memberikan pelayanan yang lebih maksimal untuk warga terdampak," tuturnya.

Sementara terkait kondisi banjir sendiri, sambung Pj. Gubernur Adhy, saat ini berangsur surut serta beberapa skema pun dilakukan untuk menangani para pengungsi seperti menjadikan balai desa menjadi dapur umum.  

"Kondisi genangan saat ini mengalami penurunan dan berangsur surut. Balai Desa Kedunggempol dijadikan dapur umum serta penerimaan bantuan. Tidak ada pengungsi dan korban jiwa," kata Adhy.

Terkait tanggul yang jebol, kata dia, untuk sementara ditutup dulu dengan menggunakan bambu dan sambil jalan akan ditutup lebih kuat lagi sambil menunggu air surut.

Tak hanya itu, Pj. Gubernur Adhy juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Ari (PU SDA) Provinsi Jawa Timur untuk siaga selama 24 jam menangani tanggul jebol yang ada di Sungai Sadar Desa Kedunggempol Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Menurutnya hal ini penting karena ketika hujan kembali turun maka dampaknya akan semakin luas.

"Saya memerintahkan kepala dinas PU SDA secepatnya 24 jam, jangan berhenti, dengan lampu, karena ini berkejaran dengan waktu, kalau tidak diputus ini hanyut terus," ujarnya.

Pj. Gubernur Adhy juga menyampaikan hal penting lainnya adalah penyelamatan korban banjir utamanya bagi masyarakat yang rentan seperti para lansia, ibu hamil dan anak-anak. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa namun demikian banjir ini menyebabkan hampir 1.200 orang terdampak.

"Yang paling penting adalah kelompok rentan ya, lansia anak-anak ibu hamil itu yang paling diutamakan untuk ditempatkan di tempat permanen berikutnya yang bukan rentan bisa di tempat pengungsian yang biasa," ucapnya.

Selain mengunjungi lokasi bencana, Pj. Gubernur Adhy juga menyerahkan bantuan berupa 30 karton makan siap saji, 50 paket kebersihan, 300 lembar selimut, 100 lembar matras, 20 karton tambahan gizi, 500 lembar karung plastik, 20 karton air mineral, 1.000 paket sembako dan 100 lembar gedek (bambu) untuk penanganan banjir di Kabupaten Mojokerto.

Sementara Kota Mojokerto juga menerima bantuan yang sama hanya saja tidak ada bantuan berupa 100 lembar gedek.

Dalam kesempatan ini, Bupati Mojokerto Ikhfina Fahmawati mengatakan, banjir yang terjadi ini disebabkan curah hujan yang tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto pada Rabu dini hari. Tingginya curah hujan diikuti dengan kiriman air dari wilayah hulu sungai yang mengakibatkan peningkatan debit air Sungai Sadar meluap dan sebagian tanggul jebol.

"Akibat dari luapan air sungai dua tanggul di Gempolmalang dan Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol jebol. Masing-masing sepanjang 25 meter dan 10 meter. Jalan Dusun ketinggian genangan air kurang lebih 70 - 80 cm dan sawah terdampak 81 Ha," tuturnya.

Tampak mendampingi kunjungan Pj. Gubernur Jatim ke Kabupaten Kota Mojokerto diantaranya Bupati Mojokerto, Pj. Walikota Mojokerto, Kabakorwil Bojonegoro, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PU SDA, Kepala Dinas PU BM, Kepala Pelaksana BPBD Jatim, dan Kepala Dinas Sosial Jatim.(*)



 

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : A Malik Ibrahim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024