Salah seorang pemeran utama dalam film bergenre horor "Sinden Gaib" Sara Fajira membagikan pesan yang ingin disampaikan dalam film garapan sutradara Faozan Rizal.
 
"Pesannya sendiri adalah tata krama dalam setiap tempat itu harus selalu dijaga, kalau istilah Jawa itu kulo nuwun, dan yang terpenting jangan mengambil barang yang bukan miliknya, terlebih benda itu sakral," ujarnya usai nonton bareng "Sinden Gaib" di Surabaya, Jumat.
 
Intinya, kata perempuan asli Surabaya tersebut, harus menjaga etika, sopan santun dan harus menjaga adab dimanapun.
 
"Tidak boleh sembarangan, harus sopan, harus dijaga tata kramanya," tuturnya.
 
Selain itu, dalam film yang berdasarkan kisah nyata tersebut, dirinya juga kagum dengan sosok Ayu, keluarganya dan teman-temannya yang saling membantu untuk memecahkan masalah.
 
"Film ini juga sangat memberatkan tentang kekeluargaan. Bagaimana Ayu dapat support dari keluarganya, dari teman temannya. Selain itu Ayu juga berusaha untuk membantu teman temannya yang sudah terlibat dalam tragedi ini, sampai-sampai dia juga mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan teman temannya," ujarnya.
 
Sara yang juga seorang penyanyi tersebut juga berbagi bagaimana tingkat kesulitannya untuk memerankan sosok Ayu dalam kisah yang terjadi di Watu Kendang Desa Pandean, Kabupaten Trenggalek.
 
"Kesulitan itu pasti ada, tentunya seperti harus switch personality dari Ayu normal ke Ayu yang kerasukan, nyinden dan narinya juga," kata Sara.
 
Oleh karena itu, dirinya berharap agar masyarakat tidak hanya sekedar melihat film bergenre horor tersebut sebagai tontonan biasa, namun harus bisa mengambil apa makna yang harus dipegang untuk kehidupan sehari-hari.
 
Dalam film itu, penyanyi Sara Fajira berperan sebagai Ayu dan Yuyun Arfah didapuk menjadi Mbah Sarinten, makhluk gaib yang merasuki tubuh Ayu.
 
Kejadian yang menimpa Ayu bermula ketika syuting film dokumenter tentang tarian Jaranan Turonggo Yakso di Watu Kandang, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, beberapa tahun lalu.
 
Saat itu, salah satu teman Ayu mengambil batu di lokasi syuting. Tindakan ceroboh itu kemudian menimbulkan teror yang mengancam keselamatan orang lain.
 
Ayu dirasuki makhluk gaib dan terpaksa hidup dengan kondisi yang demikian karena aksi tersebut.
 
Tak sedikit paranormal yang didatangkan untuk mengatasi gangguan makhluk gaib yang dialami oleh Ayu, tetapi upaya itu belum membuahkan hasil.
 
Kejadian yang menimpa Ayu menunjukkan pentingnya menghormati adat istiadat, budaya, dan kepercayaan di tempat yang dikunjungi.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024