Pemerintah Kota Malang menggelar pasar murah dengan menyediakan ribuan paket bahan pokok penting untuk warga Kota Malang, Jawa Timur, yang diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan kenaikan harga beras.

Penjabat (Pj) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa mengatakan bahwa pasar murah yang digelar di lima kecamatan tersebut, merupakan upaya dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan pengendalian harga.

"Salah satunya, pada saat kita rapat dengan tim pengendali inflasi pusat, adalah beras, cabai dan beberapa komoditas lain seperti minyak goreng. Ini salah satu langkah TPID untuk menekan dan mengendalikan harga," kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, pasar murah tersebut salah satunya digelar di wilayah Kecamatan Lowokwaru dengan menyediakan kurang lebih sebanyak 9.000 paket bahan pokok berisi beras, gula pasir, bawang merah, bawang putih dan minyak goreng.

Menurutnya, paket tersebut dijual dengan harga Rp100 ribu dan berada di bawah harga pasar. Upaya tersebut, selain untuk menurunkan harga beras yang saat ini mengalami kenaikan, juga diharapkan mampu mengendalikan tingkat inflasi Kota Malang.

"Ini langsung ke masyarakat yang memang kita harapkan bisa menekan kenaikan harga tersebut. Ada kurang lebih 9.000 paket yang kita gelontorkan," ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Malang menjamin pasokan bahan kebutuhan pokok penting masyarakat akan mencukupi. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan kemudian membeli komoditas penting tersebut dalam jumlah besar.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi upaya stabilisasi harga. Jangan ada memborong. Dengan pasar murah ini, masyarakat jangan panik, kita siap, stok ada. Kita akan menekan harga," katanya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata beras kualitas premium di Kota Malang pada awal Januari tercatat berada pada kisaran harga Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Sementara hingga pertengahan Februari 2024, harga beras naik dan berada pada kisaran Rp14.500 hingga Rp16.000 per kilogram. Sementara untuk gula pasir berada pada kisaran tinggi dengan rata-rata sebesar Rp17.000 per kilogram di enam pasar rakyat yang dipantau.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, pada Januari 2024, Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,23 persen. Deflasi tersebut disebabkan penurunan harga cabai sebesar 28,59 persen dan harga tiket angkutan udara sebesar 15,19 persen.

Sementara untuk komoditas penting seperti beras, mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen, bawang merah naik 4,06 persen, bawang putih 3,54 persen, daging ayam ras naik 1,24 persen dan emas perhiasan naik 1,33 persen.

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024