Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama Polri di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menggelar Deklarasi Damai Pemilu 2024 sebagai bentuk komitmen bersama kedua institusi itu dalam mewujudkan pelaksanaan pemilu yang jujur, adil dan berintegritas.

"Deklarasi ini sebagai wujud tanggungjawab moral HMI sebagai organisasi yang memang memiliki komitmen keumatan dan kebangsaan," kata Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Fathorrahman dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Jawa Timur, Jumat malam.

Selain dengan institusi Polri, Deklarasi Pemilu Damai 2024 yang digelar organisasi mahasiswa Islam ini juga melibatkan institusi TNI, Pemkab Pamekasan, penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan.

Fathor mengatakan, HMI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berperan aktif dalam berupaya mewujudkan pelaksanaan Pemilu 2024 yang damai, berintegritas dan bersaing secara sehat.

"Bagi kami, nilai demokrasi itu akan menjadi baik, apabila dalam setiap tahapan pelaksanaan juga bisa berjalan dengan baik," katanya.

Karena itu, sambung dia, maka dibutuhkan komitmen semua pihak dalam berupaya mewujudkan pelaksanaan pesta demokrasi yang jujur, adil, transparan dan taat aturan.

Deklarasi Pemilu Damai 2024 itu ditandai dengan penandatanganan bersama dari perwakilan semua elemen masyarakat dan penyelenggara pemilu yang hadir dalam acara bertajuk "2024, Menyongsong Pemilu Damai, Kritis dan Berintegritas" itu.

Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan mengapresiapan kegiatan yang digelar oleh organisasi yang didirikan Lafran Pane pada 5 Februari 1947 atau bertepatan dengan tanggal 15 Rabiul Awal 1366 Hijriah itu.

Ia mengatakan, kegiatan Deklarasi Pemilu Damai 2024 dan Kolaborasi sebagai wujud peran aktif mahasiswa dalam berupaya mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik melalui gerakan moral.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini, pesta demokrasi di Pemilu 2024 ini, bisa berjalan sebagaimana yang kita inginkan bersama, yaitu aman, lancar dan kondusif," ucap kapolres.

Orang nomor satu di lingkungan Polres Pamekasan ini lebih lanjut menuturkan, bahwa selama ini pihaknya juga terus melakukan berbagai upaya untuk menurunkan tensi politik di antara berbagai kelompok kepentingan yang disebut dengan 'Cooling System'.

"Cooling System' ini salah satunya sebagai langkah preemtif untuk mengantisipasi polarisasi yang mungkin timbul akibat isu-isu suku, agama, ras dan sara selama pemilu 2024. Selain itu untuk menghindari penyebaran berita hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Karena itu, sambung dia, pihaknya juga memohon dukungan semua pihak, seperti para tokoh pemuda, tokoh mahasiswa, untuk ikut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan memberikan imbauan, ajakan serta saling mengingatkan pentingnya Kondusifitas kamtibmas demi terlaksananya pemilu yang aman, damai dan sejuk.

Kapolres juga berpesan untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga kegiatan yang akan dilaksanakan serentak di seluruh pelosok Tanah Air pada 14 Februari 2024 serta berbagai upaya untuk mewujudkan pelaksanaan pemilu yang jujur, adil dan transparan, akan menjadi ladang amal ibadah.

"Kedepankan komunikasi publik dan upaya cooling system agar masyarakat berpartisipasi penuh dalam mendukung penyelenggaraan pemilu 2024 dan terhindar dari polarisasi. Dan bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghormati keberagaman selama penyelenggaraan Pemilu 2024," ujar kapolres.

Deklarasi Pemilu Damai 2024 oleh HMI Cabang Pamekasan yang digelar di salah satu aula hotel di Pamekasan, Sabtu (20/1) itu juga dihadiri oleh Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Ubaydillah, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Pemkab Achmad Faisol, Komisioner KPU Pamekasan Moh Mansur.

Kemudian, Ketua Bawaslu Pamekasan Sukma Umbara Tirta Firdaus, Sekretaris Umum Badko HMI Jatim Yusman, serta perwakilan dari sejumlah organisasi pemuda dan mahasiswa se-Kabupaten Pamekasan.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024