Surabaya - Pertamina kaji kecurangan SPBU Nginden Surabaya karena dinilai melakukan pencurian premium ketika konsumen sedang membeli komoditas tersebut di area itu. "Kajian ini sangat penting, supaya kami dapat benar-benar mengetahui apakah mereka melaksanakan pencurian itu atau tidak," kata Assistant Customer Relation PT Pertamina (Persero) Region V Pemasaran Jatim, Bali, dan Nusra, Rustam Aji, ditanya terkait kasus dugaan pencurian bensin oleh SPBU Nginden Surabaya, di Surabaya, Selasa. Kini, ia mengaku, masih melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak terkait agar kepastiannya segera terungkap. "Apalagi, kami tidak bisa menghakimi pengusaha SPBU tertentu hanya dengan keterangan satu pihak mengingat perlu kajian lebih mendalam," ujarnya. Jika karyawan di SPBU Nginden Surabaya terbukti berbuat curang atau mencuri premium, jelas dia, tindakan tersebut harus ditindak tegas. "Bisa saja dengan mencabut predikat Pasti Pas yang selama ini disandang oleh SPBU itu," katanya. Di sisi lain, ia mengurai, sangat menyayangkan terjadinya pencurian di SPBU Nginden Surabaya. Padahal, sampai sekarang Pertamina telah menerapkan pengecekan dan pengawasan secara acak terhadap SPBU terutama yang menyandang predikat Pasti Pas. "Kami rutin mengadakan audit yakni setiap tiga bulan sekali," katanya. Upaya tersebut, tambah dia, adalah salah satu langkah bisnisnya untuk mempertahankan predikat yang diberikan kepada sejumlah SPBU. Tetapi, secara regulasi akurasi meteran atau alat ukur pompa yang dipakai merupakan kewenangan Balai Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim. "Apalagi, komposisi yang mendominasi untuk pemberian predikat Pasti Pas yakni dari kualitas dan kuantitas yang mencapai 40 persen. Kondisi itu baik dari akurasi volume bensin yang dijual maupun sisi pelayanan kepada konsumen," katanya. Terkait dugaan pencurian bensin di SPBU Nginden Surabaya, lanjut dia, kejadiannya berawal dari tindakan sejumlah karyawan yang mengeluarkan komoditas tersebut dari "nozzle". Mereka disinyalir telah menekan tuas dengan tekanan tidak penuh. "Meski demikian, aliran bensin dan meterannya tetap jalan sehingga konsumen tidak tahu saat bensinnya dicuri. Lalu, ketika mereka lalai sisa bensin itu ditampung ke sejumlah jerigen untuk dijual secara ilegal," katanya.

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011