Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah peduli penyiaran lokal 2023 dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) provinsi setempat.

"Tentunya ini menjadi rasa bangga kami seluruh jajaran di Pemprov Jatim. Anugerah ini punya makna tersendiri bagi kami karena industri penyiaran memiliki peran sangat penting utamanya pada era disrupsi seperti sekarang," katanya melalui keterangan tertulis di Surabaya, Jumat.

Mantan Menteri Sosial itu mengungkapkan semua orang kini memiliki kesempatan dan sangat mungkin untuk menjadi conten creator serta broadcaster

Untuk itu perlu adanya lembaga pers yang memiliki standar profesionalisme yang mengikuti kaidah-kaidah penyiaran.

"Inilah yang harus kita jaga keberadaannya. Termasuk dengan lembaga penyiaran lokal yang ada di Jatim," ujarnya.

Khofifah menyampaikan definisi media dan cara orang mengonsumsi informasi berubah signifikan sejak terjadinya disrupsi digital. 

Di tengah realitas tersebut, 72,6 persen media yang paling banyak diakses masyarakat Indonesia menurut survei indeks literasi digital Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2022 adalah media sosial. 

Disusul televisi sebesar 60,7 persen dan media daring 27,5 persen. 

"Namun, berdasarkan tingkat kepercayaan, televisi berada di angka 43,5 persen. Sementara media sosial sebesar 30,8 persen. Artinya di tengah gempuran era digital yang luar biasa, eksistensi pers tetap perlu dijaga," tuturnya.

Gubernur Khofifah juga berpesan agar lembaga penyiaran lokal harus berperan aktif dalam menjaga stabilitas menjelang tahun politik.

"Saya harap seluruh lembaga penyiaran di Jatim melakukan penyelenggaraan penyiaran secara objektif, profesional, akuntabel dan terpercaya," ucapnya.

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023