Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian sumur bor di Desa Palengaan Daya, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu.

"Bantuan sumur bor terselenggara berkat kerja sama dengan ahli teknik dari Universitas Pertahanan (Unhan) dan berkat bantuannya, 12 titik sumur bor, termasuk di Desa Palengaan Daya, bisa mengeluarkan air dan dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian.

Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, merupakan salah satu desa yang menjadi sasaran program bantuan pengeboran air bersih dari Kementerian Pertahanan.

Desa lainnya adalah Palengaan Laok, Sumber Waru, dan Tampojung Tenggina, di Kecamatan Waru; Pasanggar, Plakpak dan Tanjung, di Kecamatan Pegantenan; Bujur Barat, Bujur Tengah, dan Bujur Timur; Kecamatan Batumarmar; serta Sana Tengah dan Lesong Laok di Kecamatan Pasean.

Awalnya, bantuan sumur bor untuk warga desa terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih di Pamekasan sebanyak 11 titik, namun dalam perkembangan berikutnya bertambah menjadi 12 titik.

Menhan mengatakan masih akan ada 15 titik lokasi pengeboran di Pamekasan yang pekerjaannya akan selesai pada akhir 2023.

"Mudah-mudahan yang kita lakukan ini memberikan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat yang ada di sini, sehingga mereka tidak kesulitan untuk mendapatkan air bersih, terutama saat kemarau seperti sekarang ini," kata Prabowo.

Peresmian dan penyerahan bantuan sumur bor di Palengaan Daya itu ditandai dengan menekan tombol sirene. Menhan selanjutnya merasakan guyuran air sumur bor yang diresmikan itu bersama anak-anak di desa itu.

Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan Masrukin menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan yang memberikan bantuan sumur bor kepada warga.

"Bantuan ini jelas akan mengurangi jumlah desa kering di Pamekasan yang biasa terjadi saat musim kemarau," katanya.

Data resmi yang dirilis Pemkab Pamekasan menyebutkan total jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih di Kabupaten Pamekasan hingga Oktober 2023 terdata sebanyak 77 desa, bertambah sebanyak 45 desa dibanding 2018 yang hanya 32 desa.

Pada kesempatan tersebut turut pula mendampingi Menhan yaitu Asisten Khusus Menhan Bidang Manajemen Pertahanan Negara Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Asisten Khusus Menhan Bidang Matra Laut Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, Rektor Unhan Letjen TNI Jonni Mahroza, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Yusman Madayun, Dandim 0826/Pamekasan Letkol Inf Ubaydillah, dan Forkopimda Pamekasan.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023