Saat ini di semua lini media sosial banyak berseliweran dokumen visi misi ketiga pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi sehingga masyarakat bisa mengakses dokumen tersebut di perangkat gadget yang dimilikinya.

Bisa sambil pesan di warung kopi langganan sambil meminta akses wifi maupun diskusi di rumah menjelang tidur baik dengan suami maupun dengan istri.

Bagi yang belum menentukan pilihan dukungan tentu tersebarnya dokumen visi misi pasangan calon (paslon) bisa menjadi referensi dalam menentukan pilihan. Hal itu bisa menciptakan potensi pemilih rasional dalam helatan demokrasi kasih sayang 14 Februari 2024. Sehingga bisa menambah pemilih partisipatif.

Kenapa saya sebut demokrasi kasih sayang?, karena pengambil kebijakan di Jakarta telah menentukan hari pemungutan suara jatuh pada 14 Februari 2024, tanggal tersebut bagi kalangan muda mudi kita disebut sebagai hari Valentine atau hari kasih sayang dimana sesuai kebiasaan di tanggal itu banyak penjual cokelat mendapatkan keuntungan yang luar biasa.

Sebagai kader partai tentu saya tidak menulis tentang apa yang dijabarkan dalam visi misi paslon lain selain pasangan calon Prabowo-Gibran, tapi juga membaca dokumen visi misi paslon Ganjar-Mahfud dan juga Anies-Muhaimin.

Disampinng kodrat kita sebagai manusia yang memiliki sifat quriositas (rasa ingin tahu yang berlebih) atau kalau dalam bahasa kaum milenial kepo. Soal dari dokumen visi misi tersebut mana yang paling memungkinkan untuk dieksekusi setelah memenangkan kontestasi biarkan masyarakat selaku Tuan dalam praktek demokrasi yang menentukan, makanya ada jargon lama satu suara menentukan arah bangsa.

Visi pasangan Prabowo Gibran adalah Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 yang dijabarkan dalam bentuk 8 Misi Asta Cita, 17 Program Prioritas dan 8 Program Terbaik Cepat. 

Yang menjadi pertanyaan mengapa ada angka 8? Sepanjang yang saya ketahui, sejak memasuki dunia ketentaraan, Letjend (Purn) Prabowo Subianto identik dengan angka 8. Selama ini teman, kolega dan pendukungnya selalu menyebut Prabowo Subianto dengan kode 08, kebetulan saat ini Joko Widodo adalah Presiden Republik Indonesia ke 7. Silahkan pembaca dapat menafsirkan sendiri soal kelanjutannya.

Dalam dokumen visi misi tersebut, sebagai pengantar ada apresiasi terhadap semua Presiden terdahulu. Kalimatnya seperti ini pondasi Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo dan Para Pemimpin Negara Indonesia, keberlanjutan Pembangunan menghadapi tantangan strategis bangsa Indonesia dan Prinsip-prinsip ekonomi Pancasila berdasarkan UUD 1945.

Tantangan strategis bangsa Indonesia adalah perubahan iklim yang berpotensi mengganggu rantai pasokan pangan kita. Indonesia adalah negara dengan jumlah populasi terbesar ke 4 di dunia. Tentu gangguan produksi pangan akan menciptakan kerawanan pangan yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Saat ini, kita sudah merasakan dampak Elnino seperti kekeringan/kemarau panjang. Otomatis dari berbagai tantangan strategis bangsa Indonesia sudah dirasakan hari ini. Mengenai tantangan strategis lainnya kita akan kupas dalam tulisan berikutnya.

Apa yang akan dilakukan oleh pasangan Prabowo-Gibran untuk mengatasi tantangan strategis perubahan iklim di atas?

Dalam dokumen 8 program hasil terbaik cepat, Prabowo-Gibran akan mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah dan nasional. Sebagai seorang Prajurit Prabowo Subianto memahami bahwa logistik adalah salah satu syarat kita sebagai sebuah bangsa bisa melalui berbagai prahara di masa yang akan datang. Kalau pasokan pangan terganggu tentu akan menurunkan militansi dan berpotensi terciptanya gangguan keamanan.

Sebagai tindak lanjut dari program aksi cepat tersebut di atas, maka jika masyarakat Indonesia memberikan kesempatan kepada Prabowo-Gibran melanjutkan pondasi pembangunan yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, maka pasangan ini akan memberikan makan siang dan susu gratis setiap hari kepada para siswa-siswi pra sekolah, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan santri di pesantren seluruh Indonesia.
Juga bantuan gizi kepada ibu hamil dan balita. Keseluruhan program ini ditargetkan menjangkau 80 juta jiwa.

Ini hanya salah satu program unggulan pasangan Prabowo-Gibran yang saya jelaskan sebagai bagian tanggung jawab moral untuk memberikan Pendidikan politik kepada Masyarakat, jika ada pertanyaan apakah penulis memiliki kompetensi keilmuan sehingga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

Dengan kerendahan hati saya menjawab bahwa setiap insan yang terjun ke kolam politik memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Soal apakah hal yang diterangkan memiliki bobot pengetahuan atau tidak itu soal lain, bagi saya lebih baik tanggung jawab itu diambil dari pada tidak melakukan sama sekali.

Jadi kepada masyarakat Indonesia, khususnya emak-emak dan anak-anak muda, inilah salah satu program unggulan pasangan Prabowo-Gibran di antara program unggulan lainnya yang belum saya kemukakan dalam tulisan. 

Mari menggunakan hak pilih dengan akal dan pengetahuan tentu dengan hati dan jiwa yang bergembira. Dikarenakan hari pemungutan suara jatuh di hari kasih sayang, jangan lupa setelah memberikan cokelat ke pasangan tersayang, datang ke tempat pemungutan suara (TPS) sebagai bentuk kasih sayang terhadap bangsa dan Negara. Saatnya yang Muda Yang Berkarya, Demi keberlanjutan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.



*) Penulis adalah Ketua DPD Partai Golkar Surabaya sekaligus Ketua Komisi A DPRD Surabaya

 

Pewarta: Arif Fathoni *)

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023