Taman rekreasi keluarga berbasis konservasi The Grand Taman Safari Prigen, Jawa Timur menjadi tuan rumah International Galliformes Symposium yang ke delapan sekaligus penerima dukungan dalam upaya konservasi unggas liar seperti sempidan merah (L.erythrophthalma), puyuh gonggong jawa timur (A.orientalis) serta merak hijau jawa (P.muticus muticus).
 
Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampauw dalam keterangannya di Surabaya, Selasa mengatakan simposium ini diikuti kurang lebih 150 delegasi dari 24 negara.
 
"International Galliformes Symposium merupakan suatu pertemuan tiga tahunan yang diadakan oleh "World Pheasant Association" (WPA) yang mempertemukan para ilmuwan, peneliti, pelaku konservasi dan pemerhati unggas liar dari berbagai negara," ucapnya.
 
Di dalam simposium ini, kata dia, para peneliti menyampaikan hasil pengamatan dan studinya tentang unggas liar dari berbagai negara.

Acara ini juga menjadi ajang bagi pelaku konservasi untuk menyampaikan pentingnya melakukan upaya konservasi unggas liar mengingat situasi mereka di alam liar yang kian memburuk akibat berkurangnya habitat dan perburuan.
 
“Kami memperhatikan masalah yang nyata selain studi pengamatan perilaku unggas liar di habitat aslinya dan di dalam penangkaran, adalah bahwa status konservasi banyak spesies unggas liar semakin terancam dan kritis," katanya.
 
Ia mengatakan hal ini semakin memperkuat pentingnya bekerja sama berbagai pihak dan dukungan antar negara dalam konservasi dan kajian tentang unggas liar.
 
"Lebih jauh lagi, acara ini menjadi sarana yang tepat bagi Taman Safari Indonesia untuk menyampaikan pencapaian upaya konservasi unggas liar yang dilakukan di Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA), sebagai unit konservasi Taman Safari Indonesia di Prigen, Pasuruan Jawa Timur," katanya.
 
Simposium ini diadakan untuk pertama kalinya dalam empat tahun, karena adanya pandemi COVID-19.
 
"Acara ini merupakan kesempatan bagi Taman Safari Indonesia untuk menunjukkan upaya konservasinya lewat PCBA yang tidak hanya unggas namun juga jenis endemik terancam lainnya di Indonesia," kata Kurator Aves dan Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA) Jochen Menner.

Jochen juga menyatakan bahwa hal ini sangat berkesan bagi para peserta simposium karena belum ada upaya konservasi lain di dunia yang cakupan dan kualitas upaya konservasinya sama seperti yang dilakukan Taman Safari Indonesia.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023