Penjabat Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengeluarkan instruksi mengenai pelaksanaan Gerakan Bersama Tebas Jentik atau Gema Tjantik untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Menurut Instruksi Bupati Probolinggo Nomor 400.7.9.2/442/426.102/2023 tentang Gema Tjantik, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan unit pelaksana teknis (UPT) di bawahnya serta seluruh pemerintah kecamatan serta pemerintah desa/kelurahan harus menunjuk satu atau lebih staf menjadi penanggung jawab juru pemantau jentik (jumantik) di lingkungan instansi.

"Sebagai tindak lanjut dari instruksi Bupati Probolinggo, kami sudah meminta seluruh puskesmas untuk memulai dengan melakukan Gerakan Bersama Tebas Jentik," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Shodiq Tjahjono sebagaimana dikutip dalam siaran pers pemerintah daerah di Probolinggo, Selasa.

Dia mengatakan bahwa Gema Tjantik meliputi kegiatan pemantauan jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air.

"Bak mandi, bak air, ember, gentong, dispenser, kulkas, vas bunga, ban bekas, kaleng bekas, talang air, dan semua yang memungkinkan untuk terisi air saat hujan harus dipantau," katanya.

Baca juga: Kemenkes meminta Pemkab Probolinggo kendalikan DBD yang terus meningkat

Gema Tjantik juga mencakup kegiatan menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menaburkan Abate di penampungan air yang susah dikuras, serta mengubur botol dan barang bekas.

"Bila tidak bisa dikubur, maka diposisikan terbalik atau diisi dengan tanah sampai penuh sehingga tidak memungkinkan adanya genangan air," kata Shodiq.

Ia mengatakan Bupati menginstruksikan seluruh kegiatan Gema Tjantik dicatat dan direkap setiap pekan oleh penanggungjawab jumantik, dilaporkan ke kepala OPD, dan diteruskan ke sekretaris daerah.

Dinas Kesehatan Probolinggo sejak awal 2023 telah mencatat total 596 kasus DBD dan 18 kasus di antaranya menyebabkan kematian.

Dengan angka kasus sebanyak itu, Kabupaten Probolinggo menjadi daerah dengan angka kasus DBD paling banyak di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah menggiatkan upaya pencegahan dan penanggulangan DBD di daerah tersebut.

DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang menular melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus.

Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari gigitan nyamuk, memberantas sarang nyamuk, serta melakukan langkah-langkah untuk mengurangi populasi nyamuk.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023