Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Timur menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia meluncurkan program akselerasi Desa Tangguh Bencana (Destana).

"Program ini akan berjalan melakukan pendampingan sampai ranah desa di Jawa Timur selama kurang lebih 1,5 tahun ke depan," kata Koordinator Program Siap Siaga, Ancilla Bere dalam keterangannya diterima di Surabaya, Sabtu.

Pada program akselerasi Destana ini, lewat DFAT, Pemerintah Australia yang akan mendanai jalannya program secara penuh melalui program Siap Siaga yang telah dibentuk oleh DFAT sebelumnya.

Siap Siaga merupakan program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang bekerja sama dengan banyak pihak, baik di tingkat nasional maupun provinsi dalam hal ketangguhan bencana.

Ancilla Bere mengatakan terdapat total 25 desa di tiga kabupaten yakni Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Sampang yang akan menjadi sasaran program.

"Ini adalah bagian dari Siap Siaga mendukung upaya membangun ketangguhan masyarakat di wilayah bencana yang beresiko tinggi termasuk salah satunya Jawa Timur," katanya.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Jatim Syaiful Amin menjelaskan program bertajuk Akselerasi Destana dan Integrasi dalam mekanisme perencanaan desa ini mengamanatkan kepada LPBINU Jatim sebagai pengelola program.

Selain sebagai sebuah amanah, maka dengan SDM berpengalaman yang sudah dimiliki LPBI NU Jatim program ini juga menjadi kesempatan untuk kaderisasi LPBINU ke depan.

"SDM LPBI sudah banyak yang tersebar di kabupaten/ kota. Namun kami akan mencari kader-kader baru yang akan menjadi fasilitator Destana," tambah Amin.

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto menyambut baik adanya program kerjasama dengan LPBI NU dan juga Siap Siaga.

Dia mengungkapkan kawasan wilayah Jawa Timur sebagai kawasan ring of fire, baru terbentuk sekitar 1540 Destana dan masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan berikutnya. Sebanyak 2742 desa yang harus dibentuk Destana.

"Dengan adanya program akselerasi ini semoga kapasitas masyarakat semakin meningkat dan juga bisa ditularkan kepada provinsi atau kabupaten lainya," ujarnya.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023