Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko melakukan kunjungan kerja guna memastikan kelancaran jalannya progres proyek Gas Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) oleh Pertamina EP Cepu, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat.

"Kami harus memastikan proyek ini berjalan lancar, kami akan bantu sampai total selesai," kata Moeldoko kepada wartawan seusai peninjauan.

Moeldoko menyebut JTB Pertamina EP Cepu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan bisa menjadi salah satu jaminan terwujudnya stabilitas nasional.

Lebih lanjut, KSP juga menyatakan keberadaan JTB posisinya sangat berarti bagi masyarakat Indonesia, terlebih saat ini dunia tengah menghadapi krisis energi.

Oleh karena itu, kedatangannya ke JTB sekaligus memberikan apresiasi dan motivasi bagi seluruh pekerja di sana, sebab keberadaan mereka sangat krusial bagi kepentingan masyarakat secara luas.

"Persoalan gas dan minyak bisa menyebabkan ketidakstabilan, teman-teman di sini bekerja luar biasa dan untuk memberikan kestabilan nasional," ujarnya.

KSP pun menyatakan pihaknya siap membantu progres JTB hingga benar-benar rampung keseluruhan.

"Intinya kami akan membantu sepenuhnya dengan hadirnya proyek ini. Kami akan berikan apapun untuk bisa segera beres," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Pertamina EP Cepu Endro Hartanto menyebut progres JTB hampir rampung, namun ada beberapa aspek yang masih terus dikerjakan.

"Sudah 90 persen lebih selesainya dan yang sisanya itu sebenarnya tidak berdampak langsung ke operasional, hanya sarana dan prasarana saja yang perlu kami siapkan," katanya.

Dia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan KSP Moeldoko, sebab hal itu dirasanya memacu semangat seluruh jajarannya untuk totalitas bekerja, khususnya demi mewujudkan stabilitas nasional dengan menjamin kelancaran pasokan gas untuk kebutuhan pembangkit listrik dan sektor industri.

Endro menambahkan, saat ini JTB Pertamina EP Cepu sebenarnya mampu memasok gas sebesar 192 MMSCFD per hari untuk keperluan pembangkit listrik dan industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah, namun pasokan masih belum maksimal lantaran adanya kendala persoalan pasar.

"Kami masih mampu produksi di 140 MMSCFD weekday dan 110 MMSCFD weekend yang membatasi produksinya adalah market atau pasar itu yang belum bisa," ucapnya.

Dia berharap pemerintah bisa menemukan solusi sehingga pihaknya bisa mendapatkan pasar yang luas.

'Karena untuk bisnis gas pemerintah punya aturan sendiri dan kami hanya penghasil, pemerintah supaya ada opsi bagaimana kami bisa mendapatkan market yang lebih banyak lagi," kata Endro.

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023