Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan program KTP elektronik atau e-KTP yang dicanangkan pemerintah pusat, baru bisa mereka laksanakan mulai tahun 2012. "Karena Trenggalek ini tidak masuk dalam 12 kabupaten/kota percontohan e-KTP di Jawa Timur, maka pelaksanaanya kebagian yang belakangan. Selain itu, kami juga masih menunggu alatnya dari pemerintah pusat," kata Kabag Humas Pemkab Trenggalek, Yoso Mihardi, Jumat. Namun, Yoso menegaskan bahwa saat ini Pemkab Trenggalek telah mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang nantinya menjadi operator e-KTP di tingkat kecamatan. "Karena di tiap kecamatan nantinya akan ditempatkan satu alat e-KTP, saat ini kami sudah mulai mempersiapkan SDM-nya. Petugas ini pada pelaksanaannya merupakan kepanjangan tangan dari (fungsi) dinas kependudukan," jelasnya. Untuk mempersiapkan sarana pendukung lainnya, lanjut Yoso, pemerintahan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Mulyadi juga sedang mengajukan anggaran dana melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). "Dananya nanti digunakan membeli fasilitas pendukung berupa catudaya (genset) untuk mengantisipasi apabila terjadi pemadaman listrik PLN, jadi tiap kecamatan nanti akan difasilitasi genset ini, sedangkan peralatan utama dipasok oleh pemerintah pusat," urainya. Sementara itu, kata Yoso, pelayanan KTP di dinas kependudukan sampai saat ini masih berjalan seperti biasanya, namun data yang digunakan telah disesuaikan dengan program e-KTP. "Gara-gara menunggu penyesuaian data ini, pada bulan Maret yang lalu, pelayanan KTP sempat terganggu, tapi saat ini sudah lancar," katanya. Disinggung mengenai program KTP keliling yang dicanangkan Bupati Mulyadi, Yoso mengaku saat ini belum bisa dijalankan. "Untuk sementara tidak bisa difungsikan karena masih menunggu sistem yang baru," ujar dia. Pelaksanaan program eKTP di Trenggalek rencananya akan dilakukan secara reguler sesuai dengan masa berlaku KTP biasa habis, hal itu dilakukan karena jumlah alat yang disediakan sangat terbatas. "Kalau KTP massal kelihatannya tidak mungkin kami lakukan karena satu kecamatan itu hanya ada satu alat e-KTP," tegas Yoso.

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011