Madiun - Kantor Pos Indonesia Cabang Madiun, Jawa Timur, mampu menjual sebanyak 10.000 lembar kartu ucapan yang disediakan untuk Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah. "Penjualan kartu Lebaran tahun ini merupakan rekor bagi kami, karena dari 10.000 lembar yang disediakan, semuanya terjual dan hampir semuanya digunakan untuk mengirim ulang. Hal ini belum pernah kami raih sejak awal tahun 2000-an," kata Kepala Kantor Pos Madiun, Herman Hoendoyo, Jumat. Ia mengakui penjualan kartu Lebaran mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir, seiring pergeseran perilaku masyarakat yang lebih memiliki menggunakan fasilitas pesan singkat (SMS) atau situs jejaring sosial. Menurut Herman, keberhasilan menjual seluruh kartu Lebaran pada tahun ini, tidak lepas dari strategi pemasaran yang diterapkan, yakni dengan menjualnya dalam satu paket Perangko Identitas Milik Anda atau "Prisma". Dalam paket tersebut, setiap pembeli satu Perangko Prisma akan mendapatkan satu kartu Lebaran. Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak penjualan perangko dan kartu Lebaran. "Kami tidak menduga, animo masyarakat ternyata cukup tinggi. Masyarakat terlihat senang dapat berkirim kartu ucapan dengan perangko yang gambarnya merupakan gambar pilihan. Bisa diisi dengan gambar atau foto pemesan, foto yang dikirimi kartu, atau pun gambar lain sesuai selera," terang Herman. Harga yang ditawarkan untuk paket kartu Lebaran dan Perangko Prisma cukup murah. Untuk memesan satu Perangko Prisma, pembeli cukup membayar Rp2.500 dan dari harga tersebut, angka nominal yang tertera pada setiap perangko sebesar Rp1.500. Ia menambahkan, jika dihitung secara rinci, jumlah pesanan terhadap Perangko Prisma selama tiga pekan terakhir sudah mencapai 6.000 lembar. "Jumlah kartu lebaran yang terjual terpisah mencapai 4.000 lembar. Ini sudah merupakan angka yang luar biasa dalam dua pekan terakhir jelang Lebaran," tambah Herman. Adapun pemesan Perangko Prisma terbanyak berasal dari instansi pemerintah dan swasta, seperti PT INKA, Bakorwil Madiun, wali kota dan wakil wali kota, serta sekretaris kota Madiun.

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011