Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta setiap rumah sakit di wilayah tersebut mampu mengembangkan layanan unggulan dalam upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kota Batu, Sabtu, mengatakan bahwa bersama seluruh elemen strategis akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit yang ada di dalam koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Sejak awal menjabat, kami terus berupaya melakukan peningkatan layanan kesehatan di Jawa Timur. Bahkan ini telah menjadi salah satu program yang kami prioritaskan," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Khofifah meresmikan Gedung Graha Amarilis dan Gedung Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada Batu di Jalan Ahmad Yani Nomor 11-13, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.

Peresmian dua gedung ini menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan rumah sakit umum daerah yang representatif dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan prima kepada masyarakat.

Khofifah menjelaskan peningkatan kualitas layanan agar masyarakat bisa mendapatkan penguatan kualitas pelayanan yang lebih baik dan lebih komprehensif, termasuk pada rumah sakit di luar koordinasi Pemprov Jatim.

Ia menginginkan layanan kesehatan di Jawa Timur bisa setara dengan rumah sakit unggulan di luar negeri yang menjadi rujukan warga Indonesia.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut juga sempat mencari tahu apa yang membuat pasien dari Indonesia memilih berobat di rumah sakit tersebut.

"Saya mencoba melakukan pendalaman, seperti apa layanannya, saya sangat yakin bahwa kita mampu melakukan itu," ujarnya.

Untuk meningkatkan pelayanan setara dengan rumah sakit di luar negeri, ia mendorong rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur mengenali potensi pasar yang ada.

"Kemudian menjadikan potensi itu sebagai ciri khas dari masing-masing keunggulan rumah sakit. Misalnya RSUD dr Soetomo bagus di penanganan penyakit jantung, RS Saiful Anwar di layanan ginjal. Itu akan menjadi layanan unggulan," ujarnya.

Penjabat Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyampaikan dengan hadirnya fasilitas pelayanan di RSUD Karsa Husada yang memadai bisa memunculkan sektor unggulan yakni medical tourism center selain sektor unggulan pariwisata.

"Jadi wisatawan yang datang nantinya juga bisa menikmati fasilitas pelayanan kesehatan yang lengkap atas hasil dari kerja sama dengan berbagai pihak," katanya.

Ia juga menyampaikan perubahan tipe RSUD Karsa Husada dari Tipe C ke Tipe B juga sempat dikeluhkan oleh masyarakat Kota Batu. Hal itu dikarenakan membuat masyarakat yang menggunakan BPJS tidak bisa langsung mendapat pelayanan di rumah sakit ini.

"Namun, setelah itu langsung kami koordinasikan dengan BPJS Kesehatan sehingga saat ini masyarakat yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan bisa langsung ke RSUD Karsa Husada," ujarnya.

Gedung Graha Amarilis RSUD Karsa Husada Batu terdiri atas tiga lantai dengan total luas area sebesar 6.404 meter persegi.

Pada lantai pertama digunakan sebagai layanan rawat inap dengan kapasitas 24 tempat tidur dan pelayanan hemodialisa dengan sepuluh unit mesin.

Di lantai dua terdapat Ruang Rawat Inap Edelweiss dan Unit Stroke dengan kapasitas 40 tempat tidur, Ruang Rawat Inap VVIP sebanyak tujuh kamar dan VIP sebanyak 13 kamar di lantai 3.

Untuk Gedung Instalasi Gizi memiliki luasan area sebesar 368 meter persegi, yang dilengkapi dengan ruang penerimaan bahan makanan, gudang bahan makanan kering dan basah, ruang persiapan, ruangan pengolahan, dan lainnya.

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023