Kediri - Petugas Satuan Brimobda Detasemen C Polda Jatim, mengamankan sebuah granat berbentuk nanas yang ditemukan seorang pencari barang bekas di tepi Sungai Brantas, dekat Masjid Agung, Kota Kediri, Kamis. "Kami bawa granat itu ke Markas Polres Kediri Kota. Nantinya, akan diajukan disposal (pemusnahan)," kata Kepala Unit Satbrimobda Detasemen C Polda Jatim, Aipda Siswantoro di Kediri. Ia mengatakan, granat tersebut diketahui masih aktif. Benda itu diduga peninggalan zaman Perang Dunia II buatan Amerika. Panjang benda itu sekitar 9 centimeter dan lingkarnya adalah 7 centimeter. Pihaknya juga mengungkapkan, untuk pengamanan memerlukan teknik yang khusus, mengingat granat tersebut masih aktif. Awalnya, petugas memberi lem pada kunci granat, agar tidak meledak. Granat yang terbungkus dengan lem itu lalu ditaruh di karpet khusus dan langsung dimasukkan ke dalam mobil. Pengamanan itu dilakukan, agar granat tidak meledak dan melukai orang-orang di sekitarnya. "Daya ledaknya bisa cukup jauh hingga 25 meter persegi. Jadinya, kami harus hati-hati," katanya mengungkapkan. Wakil Kepala Polres Kediri Kota, Kompol Nurhadi mengatakan pihaknya memang meminta tim Brimob untuk mengamankan granat tersebut. Hal itu sesuai dengan tugasnya. Ia mengatakan, benda itu ditemukan oleh seorang pencari barang bekas di belakang Masjid Agung. Saat ditemukan, benda itu masih terbanam di dalam air. "Kami hanya menindaklanjuti laporan dari warga yang menemukan benda ini. Untuk itu, kami minta bantuan Brimob untuk mengamankannya," ucap Wakapolres Kediri Kota. Sementara itu, Edi Purba (31) penemu granat itu mengaku tidak menyangka jika akan menemukan benda berbahaya itu di sungai. Ia awalnya hanya mengetahui jika menemukan barang bekas itu, tapi setelah diangkat mirip dengan granat. "Saya tidak menyangka jika itu granat. Awalnya, kelihatan mirip paku, jadinya saya angkat. Tapi, setelah itu kok mirip granat, saya takut," katanya mengungkapkan.

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011