Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Jawa Timur telah membayarkan klaim sebesar Rp5,86 triliun dengan 533.350 kasus periode Januari sampai Desember 2022.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Hadi Purnomo di Sidoarjo, Rabu, mengatakan pencairan klaim didominasi klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dengan kasus sebanyak 319.476 dengan pembayaran sebesar Rp5,01 triliun.

"Kemudian klaim Jaminan Kematian 15.632 kasus sebesar Rp388,6 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja sebanyak 47.559 kasus sebesar Rp360,9 miliar, Jaminan Pensiun sebanyak 148.485 kasus sebesar Rp98,06 miliar, Jaminan Kehilangan Pekerjaan sebanyak 2.198 kasus sebesar Rp6,19 miliar serta manfaat beasiswa sebanyak 15.266 kasus sebesar Rp47,03 miliar," katanya di sela kegiatan house warming di Kantor Cabang Juanda.

Ia mengatakan terkait dengan cakupan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Jawa Timur, sampai Desember 2022 sudah mencapai angka 29,3 persen atau 4.456.888 pekerja dari total penduduk bekerja 15.186.329.

"Kami sampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah banyak mendukung BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka perlindungan sosial kepada masyarakat pekerja, khususnya di Jawa Timur," tuturnya.

Hadi mengatakan dengan bertumbuhnya jumlah pekerja yang terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan dan hadirnya wajah baru layanan BPJS Ketenagakerjaan, dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada seluruh pekerja.

"Pekerja dapat tenang dalam bekerja. Satukan semangat, sejahterakan pekerja, kerja keras bebas cemas," ucapnya.

Pihaknya saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta, baik pekerja atau perusahaan sehingga dapat terlayani dengan baik.

Ia mengatakan kegiatan House Warming ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT Ke-45 BPJS Ketenagakerjaan. 

"House warming ini merupakan strategi BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan peran dan fungsi dalam pembangunan masyarakat pekerja yang sejahtera," katanya.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini juga sekaligus untuk membangun mutual collaboration dan engagement kepada pemangku kepentingan dan peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan memperkenalkan wajah baru ruang pelayanan.

Ia menjelaskan wajah baru layanan BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan customer centric sesuai dengan kebutuhan peserta yang menginginkan layanan yang ramah, modern dan informatif.

"Serta merealisasikan visi BPJS Ketenagakerjaan, yaitu mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia," ucapnya.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan simbolis manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Beasiswa, Manfaat Layanan Tambahan  Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Penyerahan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"House warming ini merupakan strategi BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan peran dan fungsi dalam pembangunan masyarakat pekerja yang sejahtera,” kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Juanda Rudi Susanto dalam kesempatan tersebut.

Rudi menyampaikan langkah ini dilakukan semata ingin memberikan pengalaman positif kepada peserta dengan menampilkan wajah baru layanan BPJamsostek.

"Wajah baru layanan BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan Customer Centric sesuai dengan kebutuhan peserta yang menginginkan layanan yang ramah, modern dan informatif," katanya.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023