Sebanyak 478 orang calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu 2024 yang dinyatakan lolos seleksi tertulis menjalani tahapan wawancara di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya pada 11–13 Desember 2022.

"Terhadap para calon PPK. Kami juga melakukan klarfikasi atas masukan dan tanggapan masyarakat, yang sudah dimulai sejak 2–10 Desember lalu," ujar anggota KPU Surabaya Subairi saat mewawancarai calon anggota PPK, Senin.

Menurut dia, calon anggota PPK ditanyakan materi wawancara meliputi pengetahuan kepemiluan, komitmen yang mencakup integritas, independen dan profesionalitas, serta rekam jejak calon anggota PPK.

Pria yang akrab dipanggil Bairi ini menyampaikan, seluruh peserta yang berasal dari Kecamatan, dijadwal secara detail agar tidak terjadi penumpukan. Terlebih jumlah calon yang wawancara, yang masing-masing kecamatan minimal sampai 15 orang.

Dalam proses wawancara PPK Pemilu 2024 sendiri, juga dapat menerapkan sistem yang menggunakan perangkat teknologi informasi. Artinya, para peserta yang sedang berhalangan seperti sedang melahirkan dan izin karena sakit atau ada keluarga meninggal, bisa dilakukan wawancara melalui daring.

"Tentu dengan batas waktu yang sudah ditentukan, yakni selama tiga hari. Bisa dilakukan wawancara menggunakan teknologi informasi secara daring," ujar Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Surabaya ini.

Dalam penggunaan perangkat teknologi informasi selama tahapan wawancara, lanjut Bairi, lebih pada menjamin azas yang efektif, efisien serta keterbukaan dalam pelaksanaanya. Peserta yang memang berhalangan, diminta untuk segera menyampaikan ke kantor KPU Surabaya agar bisa diproses lebih lanjut oleh helpdesk.

"Kami juga bisa melakukan wawancara lewat video call atau zoom. Itu pun selama peserta memang benar-benar berhalangan," kata dia.

Perlu diketahui sebelum tahap wawancara. Proses seleksi PPK Pemilu 2024 mengikuti seleksi tertulis dengan basis CAT, yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Tes CAT sendiri berlangsung selama 3 hari, mulai 5–7 Desember lalu.

Adapun yang ikut seleksi tertulis CAT sebanyak 857 orang, dari jumlah pendaftar lulus administrasi yang lewat aplikasi SIAKBA sebanyak 975 orang. Sedangkan yang tidak mengikuti seleksi tertulis CAT sebanyak 123 orang.

Hasilnya, ada sebanyak 478 orang lulus CAT dan sisanya 357 orang dinyatakan tidak lulus tes tertulis CAT dan tidak bisa mengikuti tahap berikutnya.

"Nah, saat ini sedang berlangsung tahapan wawancara. Bagi peserta yang mengikuti tahapan wawancara agar memperhatikan jadwal yang sudah ada," kata Bairi.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022