PT PLN Nusantara Power (PNP) mulai melakukan uji coba co-firing pertama menggunakan bahan bakar amonia pada PLTU Gresik, Jatim di Unit 1 (100 MW), sebagai upaya menindaklanjuti program konversi bahan bakar rendah emisi karbon yang digencarkan pemerintah untuk mengejar target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dan menuju zero emisi pada 2060.

Direktur Utama PNP, Ruly Firmansyah di Gresik, Rabu, mengatakan, program co-firing sejalan dengan upaya pemerintah mendukung isu strategis global untuk mendukung transformasi pada pilar hijau.

"Sebelumnya, di PLTU Paiton kami sudah co-firing dengan menggunakan biomassa, sekarang kami berupaya melakukan inovasi dengan menggunakan amonia sebagai bahan bakar di PLTU gas dan BBM," katanya.

Ia mengatakan, upaya ini dilakukan dengan kerja sama IHI Corporation Japan untuk mendukung pelaksanaan KTT G20 pada November 2022 dengan mengedepankan energi bersih, terutama penggunaan amonia yang mendukung program Net Zero Emission 2060.

"Dengan mengenalkan amonia sebagai bahan bakar alternatif sebelum G20 pada bulan November 2022, PLN NP diharapkan dapat mendukung Indonesia untuk menjadi salah satu perusahaan terdepan di Asia Tenggara dan juga dunia pada bidang energi berbasis lingkungan," katanya.

Sebelum pelaksanaan uji coba, kata dia, PNP melakukan penandatanganan MoU Riset Clean and Green Energy Development dengan IHI Corporation Jepang, pada April 2022.

Pelaksanaan uji coba co-firing di Gresik, kata Direktur Operasi 1 PNP, M Yossy Noval, karena PLTU Gresik lebih siap instalasinya maupun mesinnya dibanding tempat lain.

"Pada prinsipnya kami mencari unit yang paling siap, dan amoniak bisa dibakar. Kebetulan di Gresik sistemnya bisa dilakukan uji coba," katanya.

Yossy mengatakan meski saat ini harga amonia masih belum terjangkau dibandingkan dengan penggunaan gas atau BBM seperti umumnya, tetapi ia berharap pemerintah turut membangun infrastruktur amoniak agar pasokan tercukupi dan harga menjadi lebih murah.

Sebelumnya, IHI Corporation Japan telah berhasil melakukan pengembangan teknologi sebesar 20 persen co-firing amonia di Jepang, dan selanjutnya melakukan persiapan implementasi uji coba di unit PLTU PLN NP UP Gresik Unit 1 (100 MW).

Tahapan progres persiapan implementasi uji coba telah dilakukan di antaranya pembahasan commercial scheme PJB dengan IHI (18 Maret 2022), pembahasan technical scheme PJB dengan IHI (7 April 2022), Site Survey di PLTU #1 UP Gresik (7 April 2022).

Kemudian, pembahasan mekanisme potensi suplai amonia bersama Petrokimia Gresik (20 Mei 2022), Site survei pengukuran dimensi area pemasangan (20 Mei 2022), dan Site survei pemasangan gun burner (20 Mei 2022).

Dari hasil persiapan yang dilakukan, untuk keperluan uji bakar Low Cofiring Ratio (LCR) amonia di PLTU Gresik Unit 1 dibutuhkan sebanyak 150kg/jam dalam bentuk amonia tank, dan hingga Oktober 2022 PLN NP telah memproduksi energi bersih melalui co-firing sebesar 168.814 MWh.

Peneliti ahli Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eniya Listiani Dewi menilai, PNP telah melakukan satu tahapan dalam co-firing pertama menggunakan amoniak. Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi yang meminta kerja sama dengan Jepang terkait hidrogen dan amoniak.

"Untuk itu, kami mendorong industri masuk ke green atau blue hidrogen sehingga produksi amoniak juga bisa ditingkatkan. Selama ini amonia banyak dipakai pabrik pupuk. Nah industri punya peran kedua sebagai penghasil emisi karbon, makanya kami dorong itu,” katanya.(*)

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022