UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Kediri Asrama Caruban, Kabupaten Madiun, mengajak puluhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjadi pasiennya menjalani terapi religi dengan berwisata mengunjungi Rumah Toleransi.

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober, di kawasan Makam KH Ali Mursyid yang biasa disebut sebagai Rumah Toleransi di Desa Bulakrejo Kabupaten Madiun, sebanyak 35 ODGJ diajak untuk kembali mengenal Tuhan YME dengan bershalawat.

"Di hari Kesehatan Mental Sedunia, kami ajak para klien ke sini dengan maksud untuk kembali mengingat Tuhan," ujar Kasi Rehabilitasi Sosial UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Kediri Asrama Caruban di Madiun, Senin.

Menurut dia, ketika orang mengalami gangguan jiwa, pasien akan lupa akan Tuhan. Mereka juga lupa terhadap dirinya sendiri.

Oleh karena itu, kunjungan ke Rumah Toleransi tersebut dilakukan sebagai terapi religi bagi ODGJ yang dirawat di UPT RSBL.

Di kawasan Makam KH Ali Mursyid yang biasa disebut sebagai Rumah Toleransi tersebut, terdapat bangunan miniatur sejumlah tempat ibadah keagamaan di Indonesia.

Mulai dari dua gereja yang merupakan tempat ibadah umat Kristen dan Katolik. Kemudian, mushala untuk umat Muslim, pura untuk umat Hindu, wihara untuk umat Budha, dan klenteng untuk umat Khonghucu.

Tarmini menambahkan selain bertujuan sebagai terapi religi, kegiatan kunjungan ke Rumah Toleransi tersebut juga sebagai sarana penyegaran jiwa.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para pasien yang mengalami gangguan jiwa akibat permasalahan di kehidupannya, karena ekonomi, patah hati percintaan, dan keinginan yang tak tercapai, dapat terhibur.

"Sehingga harapannya bisa mempercepat proses penyembuhan dan berkumpul kembali bersama keluarga masing-masing," katanya.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022