PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berencana memanfaatkan 50 persen dana yang dihimpun melalui pelepasan saham perdana (Initial Public Offering) untuk membiayai ekspansi bisnis yang telah direncanakan perseroan.

"Selain memperbanyak armada kapal, kami juga berencana melakukan ekspansi pasar hingga ke luar negeri, terutama negara tetangga," kata Direktur Utama PNEP Eka Taniputra kepada wartawan di Surabaya, Senin.

Perusahaan bidang pelayaran yang mulai hari ini melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten ELPI itu melepas sebanyak 1.112.000.000 lembar saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan.

Dengan harga penawaran sebesar Rp200 per lembar saham, perseroan menargetkan bisa menghimpun dana segar dari investor minimal Rp222,4 miliar.

"Kami cukup surprise pada perdagangan saham perdana hari ini karena respon pasar cukup positif. Nilai saham pada kisaran Rp264 hingga Rp270 per lembar pada sesi perdagangan hari ini, semoga ke depan semakin baik lagi," jelas Eka didampingi Direktur Keuangan ELPI (PNEP) Efilya Kusumadewi.

Saat ini, ELPI memiliki dan mengoperasikan lebih kurang 100 unit kapal berbagai jenis, meliputi crewboat, anchor handling tug supply vessel, platform supply vessels, utility vessel dan specialised vessel.

"Sekitar 90 hingga 95 persen klien kami adalah perusahaan migas, selebihnya dari logistik. Kami juga mengoperasikan galangan di Gresik dan Samarinda untuk menunjang operasional bisnis," tambah Eka.

Sejumlah mitra bisnis perseroan antara lain PT Pertamina, BP Berau Ltd, Exxon Mobil, Pertamina Hulu Mahakam, Chevron, Petronas, dan Medco.

Ia menambahkan sejumlah rencana pengembangan bisnis perseroan antara lain pengadaan kapal RoRo, tugboat, kapal penyelamatan, dan kapal kontainer.

Selain itu, ELPI juga berencana mengakuisisi perusahaan yang bergerak di sektor layanan bawah laut dan melakukan modifikasi kapal untuk menunjang kegiatan survei geofisika dan geoteknik.

Pada kesempatan sama, Direktur Keuangan ELPI Efilya Kusumadewi mengharapkan kebijakan IPO bisa semakin meningkatkan kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

"Kinerja kami setiap tahun tumbuh positif, kendati ada pandemi. Semester pertama tahun ini (2022) pertumbuhan pendapatan kami naik 8,9 persen dibanding tahun lalu. Naiknya sekitar Rp22,9 miliar," ujarnya.

Hingga akhir tahun 2022, Elfiya optimistis perseroan mampu merealisasikan pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp600 miliar.(*)

Pewarta: Didik Kusbiantoro

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022