Sebanyak empat orang calon haji terpaksa menunda keberangkatannya ke Tanah Suci karena diketahui hamil, menurut data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Husnul Maram merinci dua calon haji yang menunda berangkat itu di antaranya berasal dari keberangkatan gelombang pertama, yaitu asal Nganjuk dan Probolinggo. 

"Dua calon haji lainnya diketahui hamil saat keberangkatan gelombang kedua," katanya kepada wartawan di Surabaya, Senin. 

Salah satunya bernama Mai, yang tergabung dalam keberangkatan gelombang kedua kelompok terbang (kloter) 23 asal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Perempuan berusia 41 tahun itu diketahui hamil dengan usia kandungan sekitar lima minggu saat mengikuti pemeriksaan wanita usia subur oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan PPIH Embarkasi Surabaya di Asrama Haji setempat.

"Suaminya akhirnya memutuskan untuk menunda keberangkatan agar dapat berangkat bersama-sama pada musim haji tahun berikutnya," ucap Maram. 

Pasangan suami istri itu semestinya berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan Kloter 23 Embarkasi Surabaya pada Senin pagi.  

Selain itu, Maram menandaskan terdapat juga seorang calon haji dari kloter 21 asal Sumenep yang semestinya berangkat ke Tanah Suci pada Minggu, 19 Juni 2022, diketahui hamil saat masih berada di daerahnya sehingga memutuskan untuk tidak ikut berangkat ke Asrama Haji Surabaya.
 
PPIH Embarkasi Surabaya sampai hari ini telah memberangkatkan sebanyak 23 kloter dengan jumlah 10.299 orang calon haji ke Tanah Suci.

Dari dua kloter terakhir yang diberangkatkan, tercatat dua calon haji asal Jawa Timur dengan usia termuda, yaitu 18 tahun, masing-masing bernama Nurul Saadah Miadi dari Kabupaten Bangkalan, yang berangkat bersama rombongan kloter 22 pada Minggu (19/6) malam dan Moh Arya Maulana Sukardi asal Kabupaten Pamekasan yang berangkat Senin pagi bersama rombongan kloter 23.  
 

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022