Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Haji Miftachul Akhyar mengenang Kiai Haji Dimyati Rois sebagai sosok yang memiliki kepribadian suka bergaul dengan siapapun.

"Beliau menunjukkan bukti bahwa ulama harus hadir di manapun sebagai pelayan umat," ujar K.H. Miftachul Akhyar mengenang figur K.H. Dimyati Rois yang wafat pada Jumat dini hari tadi.

Kiai Dimyati Rois yang juga Mustasyar PBNU wafat di Rumah Sakit Tlogorejo, Semarang, pada Jumat dini hari (10/6).

Menurut Kiai Miftah, sapaan akrabnya, semasa hidup Kiai Dimyati Rois dikenal memiliki pribadi yang penuh dengan kesederhanaan. Salah satunya dari caranya berpakaian.

Selain itu, Kiai Dimyati Rois terkenal sebagai seorang yang sabar, pemurah dan ramah.

"Beliau itu tidak mengajarkan sesuatu yang tak beliau kerjakan, dengan kata lain segala sesuatu yang diberikan kepada santri telah atau sedang ia kerjakan sendiri," ucap dia.

Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat simpatik terhadap kepribadian Kiai Dimyati sehingga petuah dan ajaran-ajarannya dapat langsung diterima serta sangat diperhatikan.

Tidak itu saja, Kiai Miftah yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat tersebut mengenal Kiai Dimyati sebagai seorang ulama yang sangat Tawadhu.

"Sulit kita menemukan padanannya, bahkan justru semakin jelas dalam maqom ketinggian ilmu yang beliau miliki," katanya.

"Dan tentu masih banyak lagi keistimewaan beliau yang tak cukup diterangkan di sini," kata Kiai Miftah.

Pimpinan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Kedung Tarukan Surabaya itu berdoa agar keluarga yang ditinggalkan sabar dan bisa melanjutkan keunggulan-keunggulan dari maziyah yang sangat istimewa.

Menurut Kiai Miftah, semasa ulama hidup maka masyarakat dapat mencari ilmu, memetik hikmah dan mengambil keteladanan dan sebagainya.

"Sebaliknya, ketika ulama wafat maka hilanglah semua nikmat itu. Hal ini juga disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam Hadist Riwayat Ad-Darimi, ath-Thabarani Nomor 7831 dari Abu Umamah. Al Allamah KH Dimyati Rois adalah sosok ulama tersebut," katanya.

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022