Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi perguruan tinggi swasta di kota setempat dengan pendanaan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terbanyak dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

"Pada tahun 2022 ini, UM Surabaya berhasil meloloskan sebelas proposal yang lebih banyak dari tahun sebelumnya," kata Wakil Rektor III UMS Ma’ruf Sya’ban, Kamis.

Berdasarkan laman resmi simbelmawa.kemendikbud, UM Surabaya menempati peringkat pertama PTS se-Surabaya, peringkat ketia PTS dan PTN se-Surabaya serta peringkat kelima PTM se-Indonesia. Kemudian peringkat keenam PTS dan PTN se-Jawa Timur dan peringkat ketujuh PTS se-Indonesia.

"Proposal yang lolos di antaranya PKM Pengabdian Masyarakat (PM), PKM-K Kewirausahaan, PKMRE, dan PKMRSH," kata Ma’ruf Sya’ban.

Ma’ruf menjelaskan beberapa tahapan telah dilakukan UM Surabaya sehingga berhasil lolos seleksi proposal. 

Ia juga menjelaskan UM Surabaya membentuk tim reviewer internal yang dikawal langsung oleh Biro Administrasi Kemahasiswaan Inovasi dan Alumni (BAKIA) yang melibatkan dosen untuk menyeleksi proposal mahasiswa. Seleksi dilakukan agar proposal yang dikirim memang layak dan tidak asal-asalan.

"Kami terus melakukan sosialisasi terkait PKM ini kepada mahasiswa. Kemudian mahasiswa akan melanjutkan sharing gagasan dengan dosen dan sebelum publish harus masuk ke tim reviewer internal dulu," katanya. 

Ia mengapresiasi kinerja seluruh mahasiswa, dosen pembimbing sehingga bisa lolos sampai pada tahap ini.

"UM Surabaya ke depannya akan terus meningkatkan kinerja. Kita akan terus bekerja keras lagi agar pencapaian dan pendanaan tahun depan lebih banyak. Kita tidak boleh cepat puas," ujarnya. 

Lebih lanjut, Ma’ruf juga berharap proposal yang lolos ini tidak hanya berdampak bagi mahasiswa atau universitas, melainkan memiliki dampak yang besar bagi masyarakat.

"Selain gagasan kreatif dan inovatif Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) harus bisa membantu masyarakat, harus mampu memberikan peningkatan kecerdasan, keterampilan dan pengetahuan masyarakat, pelatihan keterampilan kelompok masyarakat dan pengembangan," katanya.

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022