Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development, Tbk, membukukan penjualan sekitar Rp500 miliar pada triwulan pertama tahun 2022, meningkat 61 persen dibanding pencapaian periode sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp310 miliar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan meningkatnya kinerja penjualan dipicu sejumlah faktor, salah satunya pasar properti yang mulai membaik setelah sempat terpuruk akibat badai pandemic Covid-19. Faktor pemicu lainnya adalah meningkatnya penjualan dari segmen perumahan dan kawasan industri.

"Secara umum pasar properti berangsur-angsur membaik, keyakinan masyarakat sudah mulai pulih dan kembali melakukan pembelian. Sentimen pasar tumbuh positif,” jelas Archied dalam keterangan tertulis diterima ANTARA di Surabaya, Kamis.

Menurut Archied, kondisi pasar properti selama tiga bulan pertama tahun 2022 lebih kondusif dibandingkan periode sama tahun lalu. Penjualan produk properti dalam tren meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen yang ingin memanfaatkan sejumlah insentif kebijakan pemerintah.

Segmen pengembangan perumahan mencatatkan kontribusi penjualan terbesar bagi Intiland senilai Rp254 miliar atau 51 persen dari keseluruhan. Kontributor berikutnya dari penjualan segmen kawasan industri sekitar Rp190 miliar (38 persen), sementara segmen pengembangan mixed-use & high rise memberikan kontribusi 11 persen dengan nilai penjualan Rp57 miliar.

Berdasarkan lokasi pengembangannya, papar Archied, proyek-proyek Intiland di Surabaya memberikan kontribusi hingga Rp319 miliar (64 persen), sisanya berasal dari penjualan proyek-proyek di Jakarta dan sekitarnya senilai Rp182 miliar (36 persen).

Archied juga mengungkapkan kinerja penjualan lahan industri pada triwulan pertama tahun ini cukup baik. Dua pengembangan kawasan industri di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur, dan Batang Industrial Park, Jawa Tengah, mencatatkan lonjakan penjualan sebesar 139 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kinerja penjualan positif juga ditunjukkan sejumlah proyek perumahan Intiland, seperti Serenia Hills di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan Graha Natura serta Amesta Living yang berlokasi di Surabaya.

"Kinerja penjualan secara umum masih on track dan kami terus berupaya mencapai target marketing sales tahun ini sebesar Rp2,4 triliun. Kontribusi terbesar diperkirakan dari penjualan segmen perumahan,” tambah Archied.

Perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan penjualan tahun ini. Selain mendorong penjualan unit-unit inventori, terutama dari produk-produk siap huni, Intiland juga merencanakan sejumlah pengembangan klaster dan produk baru pada proyek-proyek berjalan, khususnya segmen pengembangan kawasan perumahan

Pewarta: Willy Irawan/DK

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022