Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiagakan anggotanya untuk mengamankan puluhan gereja pada perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2022 di kabupaten setempat.

"Kami sudah membuat instruksi kepada seluruh Satkoryon Banser di Cabang Jember untuk berkoordinasi dengan Muspika dan Gereja di daerah masing-masing untuk membantu pengamanan Natal," kata Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember Izzul Ashlah dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jember, Sabtu.

Menurutnya, anggota Banser sudah berkeliling patroli di beberapa titik gereja di daerah kawasan kota untuk menyapa dan menyampaikan salam damai kepada saudara umat Kristiani yang merayakan Natal.

"Kami bergerak atas dasar merawat ukhuwah wathaniyah dan basyariah, melanjutkan perintah warisan almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk menebar salam damai kepada saudara kita yang beragama lain, utamanya saat perayaan hari raya mereka," tuturnya.

Ia menjelaskan urusan menjaga gereja tidak ada sangkut pautnya dengan urusan aqidah dan hal tersebut merupakan gerakan atas dasar kemanusiaan.

"Kami membayangkan di belahan bumi yang lain dimana umat Islam di sana menjadi minoritas, akan sangat tenang ketika agama mayoritas memberikan salam damai, menjaga dan menjamin bahwa umat Islam dapat melakukan ibadah dengan tenang," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, GP Ansor bergerak untuk mengamankan gereja-gereja di Kabupaten Jember saat umat Kristiani melakukan kebaktian Natal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, karena masih pandemi COVID-19.

"Kami optimistis konsep pluralisme akan mempersatukan umat beragama seperti yang diperjuangkan oleh almarhum Gus Dur, sehingga semuanya dapat bersatu dalam menghargai dan saling menghormati perbedaan," ujarnya.

Sementara itu, Tim Pengawas Operasi yang dipimpin oleh Dirgakum Polda Jatim Kombes Pol Adi Karia melakukan pemantauan operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru 2022 di Kabupaten Jember.

"Polri didukung TNI dan instansi terkait memastikan bahwa rangkaian pelaksanaan ibadah Natal dan tahun baru nanti betul-betul berjalan aman dan lancar," katanya saat mengunjungi Gereja Santo Yusup.

Ia mengatakan pihaknya menekankan bahwa penguatan protokol kesehatan sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif perlu  diperhatikan, mengingat pada tahun sebelumnya terjadi penambahan kasus COVID-19 usai masa libur akhir tahun.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021