Ribuan personel siap mengamankan unjuk rasa buruh yang menurut rencana akan turun dengan jumlah massa besar di Surabaya, Kamis, 25 November, kata perwira kepolisian setempat. 

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya Komisaris Besar Polisi Akhmad Yusep Gunawan menyebut pihaknya telah menyiapkan sebanyak 1.500 personel.

"Sebanyak 1.500 personel ini tidak hanya dari Polrestabes Surabaya, melainkan dari kepolisian sekitar, yakni Polres Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto," katanya kepada wartawan di Surabaya, Rabu malam.

Tidak cuma itu, Kombes Yusep menandaskan pengamanan unjuk rasa buruh juga dibantu oleh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan mengerahkan personel sebanyak enam satuan setingkat kompi (SSK).

"Dari TNI Angkatan Darat dibantu oleh Komando Daerah Militer V/Brawijaya dengan mengerahkan sebanyak tiga SSK. Selain itu dari TNI Angkatan Laut dibantu oleh Komando Armada II dengan mengerahkan sebanyak tiga SSK," ujarnya. 

Informasi yang dihimpun polisi, aksi unjuk rasa buruh dikoordinasi oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dengan mengerahkan massa sebanyak 6 ribu orang. 

Massa buruh tersebut berasal dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Mojokerto.

Menurut Kapolrestabes Yusep, massa buruh dari berbagai daerah itu akan berkumpul di Bundaran Waru, Sidoarjo, pada pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. 

Selanjutnya berangkat menuju ke dua titik demonstrasi di Surabaya, yaitu di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo dan Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan. Polisi mengimbau demonstrasi sudah selesai pada pukul 16.00 WIB.

"Harapan kami, demonstrasi agar dipusatkan di satu titik saja. Kami juga mohon maaf kepada masyarakat karena aktivitas pasti terganggu. Maka kami juga telah menyiapkan pengalihan lalu lintas demi kelancaran besama," ucap Kombes Yusep.   
 

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021