Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur mulai melakukan pendataan kerusakan akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (4/11), sekitar pukul 14.00 WIB.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso di Kota Batu, Jumat, mengatakan setidaknya ada 22 rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang terjadi di enam titik di wilayah kota apel tersebut.

“Ada kerusakan kerugian rumah dan benda sebanyak 22 unit,” kata Punjul, yang juga Ketua Tim Tanggap Darurat Banjir Bandang Kota Batu.

Baca juga: Korban jiwa akibat banjir bandang di Kota Batu bertambah
Baca juga: Gubernur upayakan percepatan pembersihan sampah sisa banjir bandang di Batu

Punjul menjelaskan selain kerusakan puluhan rumah tersebut, banjir bandang yang menyebabkan enam orang meninggal dunia tersebut, juga merusak sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Ia mengatakan tercatat ada 28 unit kendaraan bermotor roda dua yang rusak dan empat unit kendaraan roda empat. Data tersebut merupakan data sementara yang dikeluarkan oleh BPBD Kota Batu hingga Jumat (5/11).

“Selain itu, juga ada ternak milik warga yang hanyut terbawa aliran air yang deras. Sedikitnya tiga ekor sapi dan lima ekor kambing hanyut,” katanya.

Dampak banjir bandang di Kota Batu tersebut, kata Punjul, juga menyebabkan 142 orang di lima wilayah harus mengungsi. Namun, untuk saat ini ratusan warga tersebut mengungsi di rumah keluarga atau di rumah tetangga terdekat, bukan di tempat pengungsian.

“Sementara ada sepuluh warga yang mengungsi di Balai Kesenian Desa Bulukerto. Untuk nilai kerugian, belum kami hitung, karena tim lapangan masih terus melakukan pendataan,” ujarnya.

Dalam upaya untuk melakukan percepatan penanganan dampak banjir bandang tersebut, wilayah Kota Batu saat ini ditetapkan sebagai wilayah tanggap darurat selama dua pekan ke depan. Pemkot Batu juga telah membentuk tim untuk penanganan pascabanjir bandang.

Baca juga: BPBD: 21 rumah rusak diterjang banjir bandang di Kota Batu

Ia menambahkan penyebab banjir bandang yang berdampak pada enam wilayah di Kota Batu tersebut, saat ini masih dalam kajian mendalam.

“Berdasarkan informasi dari gubernur, penyebab banjir bandang masih dipelajari. Sebab, curah hujan di Kota Batu sebenarnya tidak terlalu besar. Tetapi, ada indikasi lain di wilayah hulu menjadi penyebab banjir bandang, yang perlu kajian lebih mendalam," katanya.

Berdasarkan data BPBD Kota Batu, tercatat enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi pada enam wilayah di Kota Batu tersebut. Ada tiga korban yang masih belum ditemukan dan dalam pencarian. Sementara untuk warga yang ditemukan dalam kondisi selamat, tercatat ada enam orang.

Saat ini, lanjutnya, BPBD Kota Batu bersama tim terus melakukan pencarian korban, termasuk melakukan pendataan kebutuhan darurat terkait logistik dan obat-obatan. Kemudian, melakukan pembersihan material dan melakukan sejumlah perbaikan.

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021