Presiden Joko Widodo meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Senin.

"Alhamdulillahi Robbil 'alamin SPAM Umbulan, Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan, yang telah lama dikerjakan, hari ini telah rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Presiden Jokowi dalam sambutan pada acara peresmian SPAM Umbulan di Pasuruan, Jatim, sebagaimana disaksikan secara virtual dari Jakarta, Senin.

Presiden Jokowi menyampaikan harapan agar air dari SPAM bisa dimanfaatkan masyarakat khususnya masyarakat di daerah yang dilalui pipa air SPAM yakni di Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Surabaya.

"Ini air dari sini, air yang keadaannya sudah bersih. Langsung bisa dimanfaatkan, tidak pakai pengolahan yang rumit-rumit," jelas Presiden Jokowi.

Kapasitas SPAM Umbulan adalah 4.000 liter per detik. Namun, kata Presiden Jokowi, di lapangan kapasitas yang berjalan baru sebesar 900 liter.

Artinya, masih ada 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama hingga masuk ke rumah tangga.

"Pekerjaan besarnya ada di situ," jelas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi meminta hal ini segera diselesaikan, melalui rapat antara kementerian, pemda, dan kontraktor, yang harus sudah dimulai pekan ini.

Sebab jika tidak diselesaikan di lapangan, berdasarkan praktik yang dialami Presiden Jokowi, ada waduk besar dengan irigasi primer sudah disiapkan, namun untuk irigasi sekunder dan tertiernya tidak ada.

"Terus airnya sampai ke sawah lewat mana," jelas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan dirinya akan terus menanyakan penyelesaian penyaluran air dari SPAM Umbulan ke rumah tangga, agar proyek yang telah dibangun dengan Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tersebut betul-betul bisa diselesaikan dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Model pembangunan KPBU ini akan terus kita dorong tidak hanya di Umbulan saja, tapi juga untuk proyek-proyek lain sehingga beban APBN juga akan semakin berkurang dan nanti pengelolaannya justru swasta yang harus bergerak. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini," kata Presiden Jokowi.

Peresmian ditandai pemutaran tuas katup air dan penandatanganan prasasti.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021