Ketua RT (rukun tetangga) dan RW (rukun warga) di Kota Kediri, Jawa Timur, mendapatkan giliran vaksinasi COVID-19 yang dilakukan di sejumlah puskesmas wilayah Kota Kediri dalam vaksinasi tahap dua.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengemukakan Pemerintah Kota Kediri berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan vaksinasi sebanyak-banyaknya orang-orang yang ada di Kota Kediri, termasuk Ketua RT dan RW. Mereka juga menjadi salah satu prioritas karena memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

"Saya mendapat masukan dari tim bahwa RT RW sangat perlu sekali karena RT dan RW sedang menjalankan PPKM mikro. Vaksin yang diberikan ini di Indonesia mungkin yang pertama kali. Kalau di Jawa Timur sudah pasti yang pertama kali. Mereka adalah ujung tombaknya juga, setiap hari memberikan pelayanan karena kalau warga minta surat pengantar pasti datangnya ke RT dan RW pun juga demikian," katanya di Kediri, Rabu.

Wali Kota juga berharap agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin lebih baik. Karena vaksin ini bisa menjadi salah satu benteng untuk melawan COVID-19. Namun, ia tetap mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

"Kalau sudah divaksin sudah agak tenang. Tapi tetap harus menjalankan protokol kesehatan 5M. Saya harap tetap rajin pakai masker. Nanti vaksin pertama jalan dua pekan, lalu vaksin yang kedua. Kalau yang sudah lansia biasanya 28 hari. Ini harus benar-benar kita jaga, tidak boleh lengah. Harapan saya ini bisa membantu kita semua dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata dia berharap.

Mas Abu, sapaan akrabnya juga mengungkapkan bahwa sampai dengan saat ini Kota Kediri telah memvaksin sekitar 14.000 orang. Untuk vaksinasi Ketua RT dan RW Kota Kediri ini secara bertahap akan mencakup 1.478 Ketua RT dan 327 ketua RW se-Kota Kediri.

"Banyak sekali yang ingin divaksin tapi karena vaksinnya belum datang ya kita lakukan bertahap. Nanti sedikit-sedikit masyarakat juga akan kita vaksin. Vaksinasi ketua RT dan RW ini ditargetkan selesai dua hari lah kira-kira," kata dia.

Sementara itu, vaksinasi untuk Ketua RT dan RW se-Kota Kediri ini disambut baik oleh Forum Komunikasi RT/RW Kota Kediri. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Forum Komunikasi RT/RW Kota Kediri Agung Pribadi.

"Hari ini kami merasa bersyukur dan tersanjung Bapak Wali Kota Kediri telah memberikan vaksinasi massal untuk ketua RT dan RW se-Kota Kediri. Ini bentuk perhatian yang luar biasa bagi kami. Pemerintah Kota Kediri telah memberikan perhatian yang begitu besar untuk warganya dalam upaya memberikan vaksin," kata Agung Pribadi.

Hal senada, juga diungkapkan oleh Ulfa Merdeka, salah satu perwakilan pemuda yang berkesempatan divaksin bersama Ketua RT dan RW se-Kota Kediri.

"Alhamdulillah diberikan kesempatan oleh Bapak Wali Kota Kediri untuk vaksin dan sebagai salah satu pemuda yang diberi kesempatan untuk vaksin bersama Ketua RT dan RW se-Kota Kediri. Alhamdulillah tidak sakit sama sekali dan aman sekali. Untuk semua jangan takut untuk vaksin. Kalaupun ada acara atau harus pergi ke luar kota harus tetap patuhi protokol kesehatan. Salam sehat semuanya," kata Ulfa.

Wali Kota memantau proses vaksinasi COVID-19 kepada RT dan RW di Kota Kediri. Kegiatan pencanangan vaksinasi untuk Ketua RT dan RW se-Kota Kediri dilakukan di Gedung Kelurahan Ngletih, Kota Kediri.

Proses vaksinasi untuk Ketua RT dan RW Kota Kediri ini akan dilakukan di sembilan puskesmas dan tiga kelurahan. Dalam pencanangan ini, selain ketua RT dan RW, vaksinasi juga dilakukan kepada perwakilan pemuda di Kota Kediri.

Di tahap dua ini, vaksinasi dilakukan pada pelayan publik. Selain ASN, juga ada TNI/polri, termasuk jurnalis. Bahkan, mereka yang tokoh agama dan yang sudah lanjut usia juga mendapatkan giliran vaksinasi di tahap dua ini.

Sementara itu, dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima, Kepala Bagian Pemerintahan Kota Kediri Paulus Luhur, Camat Pesantren Widiantoro, dan Lurah di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Ngletih.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021