Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Perth, Australia, menggelar peringatan Isra Mikraj, yang dihadiri ratusan umat muslim warga negara Indonesia yang bermukim di wilayah setempat. 

Konsul Jenderal RI Perth Dewi Gustina Tobing menginformasikan terdapat 120 perwakilan dari berbagai elemen masyarakat muslim Indonesia di Perth, termasuk generasi muda dan diaspora Indonesia dari ekspatriat Australia, yang hadir. 

"Mengambil tema 'Hikmah Isra Mikraj dalam Rangka Penguatan Nation & Character Building bangsa Indonesia'. Momentum Isra Mikraj mengandung hikmah yang selalu relevan dalam kehidupan kita sebagai umat, bangsa, maupun sebagai masyarakat dunia yang mendambakan kemajuan, perdamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan," katanya, melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan di Surabaya, Minggu malam.  

Tampil sebagai qori Zayyan Asrul dari Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Qurrota A'yun  atau Iqro' Center Perth. Selain itu saritilawah dibacakan oleh Annisa Alam dari TPA Lenora Perth, yang melantunkan Surah Al Isra, ayat 1-3.

Dalam kesempatan itu, KH Muhammad Mubarok menyampaikan dakwah hikmah Isra Mikraj sebagai salah-satu tanda keagungan Ilahi, termasuk hikmah perintah disyariatkannya salat lima waktu sebagai wahana ruhaniyah yang mendekatkan antara insan manusia sebagai hamba dengan Sang Khaliq. 

Konsul/ Kepala Bidang Penerangan dan Sosial-Budaya KJRI Perth Nanda Avalist menyampaikan hikmah Isra Mikraj sebagai washilah untuk memenuhi syarat-syarat ampunan dan ridha Ilahi. 

"Penyucian jiwa melalui salat lima waktu, apabila dilaksanakan dengan ikhlas akan bermanifestasi dalam lahirnya akhlak mulia dan karakter yang terpuji," tuturnya.  

Konsul Dewi Gustina Tobing menandaskan agama yang dipahami dan dihayati, serta diamalkan dengan baik dalam kehidupan pribadi dan sosial, akan mendorong terciptanya masyarakat yang beradab, berkemanusiaan, adil dan sejahtera.

Seluruh hadirin tampak larut dalam khidmatnya untaian dzikir dan sholawat, serta dihibur pula dengan penampilan qosidah dan hadrah "Royathil Athyaru Tasydu" dari siswa-siswi Madrasah Darul Ma'arif Ranting Istimewa Nahdlatul Ulama (NU) Australia Barat.
 

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021