Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, dr Arsia Dilla Pramita Sp.THT-KL, menyampaikan gangguan pada pendengaran di organ telinga disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada telinga luar atau adanya bakteri yang bermukim di telinga bagian tengah.

"Selain menimbulkan rasa demam dan nyeri, fungsi pendengaran pun mengalami penurunan kualitas. Infeksi atau timbulnya bakteri umumnya disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Rabu.

Ia mengatakan, pada telinga terdapat kotoran telinga atau serumen dan tindakan membersihkan telinga dapat membuat kotoran telinga terdorong jauh ke dalam.

Menurut dia, tindakan mengorek telinga selain membuat serumen semakin ke dalam, dikhawatirkan juga merusak gendang telinga, bahkan sampai robek sehingga pasien akan merasakan berdengung bahkan sampai berair.

Dokter spesialis yang berpraktik di Siloam Hospitals Jambi itu melanjutkan, selain infeksi, serumen atau kotoran telinga juga dapat mengganggu pendengaran, namun masyarakat sering berupaya membersihkan sendiri dengan cara mengorek telinga.

Padahal, kata dia, serumen dapat keluar dengan sendirinya pada saat sedang mengunyah makanan atau berbicara.

"Adapun serumen ini berfungsi sebagai proteksi yang melindungi telinga dari serangga bahkan kotoran halus," tutur-nya.

"Memeriksakan dan membersihkan telinga sebaiknya rutin dilakukan setiap enam bulan sekali dengan memgunjugi dokter spesialis THT," ujar dr Arsia menambahkan. (*)

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021