Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko menegaskan video tertembaknya pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Malang, K.H. Idris Al-Marbawi (Gus Idris) yang viral di media sosial adalah hoaks

"Terkait unggahan Gus Idris yang beredar di medsos kemarin, jelas kami nyatakan hoaks," kata Kombes Gatot di Surabaya, Selasa.

Video tertembaknya Gus Idris disiarkan secara langsung di YouTube Gus Idris Official pada Senin (1/3) pukul 20.00 WIB. Pada video itu, rombongan berjalan menuju parkiran mobil dan tiba-tiba terdengar suara seperti tembakan.

Tak lama kemudian Gus Idris terjatuh dan terlihat berdarah dengan luka di dada sebelah kanan. Sejumlah orang yang mengiringinya, kemudian membawanya masuk ke dalam mobil.

Nampak beberapa santri kebingungan dan berusaha menolong. Mereka pun langsung membopong Gus Idris masuk mobil dan membawa pergi dari lokasi. Terlihat pula bocah yang menangisi Gus Idris yang tergeletak di mobil.

Kombes Gatot menjelaskan bahwa Polda Jatim telah menemukan fakta-fakta dari dua unggahan video yang beredar tersebut.

Video pertama diunggah pada hari Senin (1/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam video itu menceritakan bahwa Gus Idris ditembak orang tidak dikenal. 

"Video tersebut diunggah oleh satu akun di Youtube bernama Anggi Sri. Akun tersebut menyebarkan bahwa Gus Idris tewas ditembak oleh orang tidak dikenal," ucapnya.

Selanjutnya, pada hari Selasa sekitar pukul 04.00 WIB, ada video lagi berdurasi 29 menit yang menyatakan Gus Idris tidak tertembak dan dalam keadaan sehat.

"Dapat kami pastikan video tertembaknya Gus Idris itu hoaks. Kami minta masyarakat untuk tidak mudah percaya, mengecek kebenarannya terlebih dahulu dan tidak menyebarkan informasi yang salah," ujarnya.

Polda Jatim bersama Polres Malang mencoba mengklarifikasi bahwa video tersebut tidak benar. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim juga sedang melakukan penyelidikan atas beredarnya video hoaks itu.

"Kedua, kami mengimbau teman-teman yang ada di pesantren bahwa Gus Idris tidak meninggal karena ditembak," katanya.

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021