Kepolisian Resor Kota Kediri, Jawa Timur, mengerahkan sebanyak 365 personel untuk pengamanan perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, sekaligus mencegah kerumunan demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Salah satu rangkaian kegiatan pengamanan pelaksanaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ini yang membedakan adalah kita berada di masa pandemi COVID-19. Sebanyak 365 personel kami siapkan. Kami juga dibantu TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan potensi masyarakat lainnya," kata Kepala Polresta Kediri AKBP Miko Indrayana di Kediri, Senin.

Ia mengatakan para personel itu diperbantukan di pos pengamanan, pelayanan, dan pos pantau. Ada enam pos yang disiapkan oleh Polresta Kediri dengan lokasi di Kota dan Kabupaten Kediri, yang masuk wilayah hukum Polresta Kediri.

Pihaknya juga akan tetap menggelar operasi yustisi demi penegakan protokol kesehatan. Petugas juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan itu sebab saat libur panjang potensi peningkatan COVID-19 juga bisa terjadi.

Ia juga meminta Bhabinkamtibmas ikut mendata masyarakat yang masuk dan keluar, sehingga bisa mengetahui dengan pasti tingkat kesehatan masyarakat di lingkungannya.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Kediri AKP Arpan menambahkan pihaknya membentuk tim urai yang difokuskan di tempat pariwisata, pertokoan dan pusat perbelanjaan.

"Walaupun surat edaran dari Wali Kota Kediri agar tetap ibadah Natal di rumah secara daring dan di gereja dengan pembatasan, ini tidak mengurangi antisipasi terhadap kemacetan yang kemungkinan terjadi dan keramaian yang akan terkumpul di tempat perbelanjaan terutama di pusat perbelanjaan dan lainnya," kata AKP Arpan.

Ia menambahkan tim urai akan selalu siaga salah satunya di pusat perbelanjaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah guna menghindari COVID-19.

Di Kota Kediri, kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 per Minggu (20/12) mencapai 603 orang. Dari jumlah itu, 127 dinyatakan suspect dan 28 dinyatakan probable.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020