Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Budi Setyawan mengatakan karnaval anak-anak yang dikemas dalam World Kids Carnival JFC yang digelar secara virtual memiliki pesan persaudaraan anak-anak dunia di tengah pandemi COVID-19.

World Kids Carnival yang diinisiasi oleh manajemen JFC digelar secara luring dengan melibatkan 65 talent dan pendamping dengan menggunakan busana lima benua di Kota Cinema Mall Jember, Minggu.

"World Kids Carnival memiliki pesan persaudaraan anak-anak di seluruh dunia dan membuktikan bahwa mereka tetap bisa berkarya di tengah pandemi," katanya di Jember.

World Kids Carnival yang digelar secara virtual itu diikuti oleh 13 negara yang merupakan perwakilan dari lima benua, yakni Asia, Australia, Amerika, Afrika, Eropa.

Negara yang berpartisipasi sebagai peserta World Kids Carnival adalah Indonesia, Jepang, Kanada, Hungaria, India, Australia, Afrika Selatan, Philipina, Serbia, Bosnia dan Herzegovina, Senegal, Uganda, dan Nigeria.

"Kegiatan ini merupakan karnaval anak-anak pertama dan terbesar yang digelar secara virtual. Ini yang pertama kali dan rencananya akan digelar tahunan, sehingga nantinya dibentuk organisasi secara internasional," tuturnya.

Dengan adanya World Kids Carnival, lanjut dia, jangan sampai anak-anak tidak bisa berkarya di tengah pandemi COVID-19, sehingga anak-anak bisa berkarya dengan riang dan gembira.

"Kami benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dengan membatasi peserta dan media pun dibatasi yang hadir, bahkan World Kids Carnival yang digelar luring hari ini tanpa penonton," katanya.

Sementara Pelaksana tugas Bupati Jember A. Muqit Arief mengatakan Pemkab Jember bangga kegiatan World Kids Carnival JFC bisa tetap digelar di tengah pandemi dengan konsep virtual.

"Dunia, tidak terkecuali Indonesia termasuk Kabupaten Jember belum aman dari pandemi COVID-19, semoga karnaval anak-anak itu merupakan pertanda awal kebangkitan pariwisata dunia," tuturnya.

Ia berharap World Kids Carnaval tidak saja untuk menghibur, tetapi dapat mengembangkan kreasi dan inovasi, serta menjaga persaudaraan di dunia.

"Anak-anak yang terlibat bisa memupuk jati diri dan ruang positif untuk menjadi generrasi kretaif, serta menumbuhkan keberanian untuk berkarya di tengah pandemi dengan protokol kesehatan," katanya.

World Kids Carnival 2020 juga memberikan semangat melalui lagu berjudul "We Are All One" yang diciptakan oleh Shin Ikesue dengan membawa pesan persaudaraan untuk anak-anak di dunia.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020