Melonjaknya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 salah satu pondok pesantren di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi perhatian khusus dan dilakukan supervisi langsung penanganannya oleh Kementerian Kesehatan.

"Kita sudah satu persepsi. Ini masalah kita bersama. Kita bisa tangani dengan tepat cepat dan komprehensif," ujar Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kementerian Kesehatan dr Budi Hidayat usai menggelar rapat koordinasi di Banyuwangi, Jumat malam.

Ia menyampaikan telah menyiapkan tim kesehatan dalam penanganan kasus COVID-19 di pondok pesantren tersebut, dan tim merupakan tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, epidemologi, sanitarian, ahli gizi dan psikolog.

"Kami akan melakukan karantina dan tangani secara komprehensif, bersama Dinkes Jatim dan Dinkes Banyuwangi, dan aparat terkait," katanya.

Selain karantina, lanjut Budi, tim akan melakukan tes usap kepada santri-santri di pesantren itu, dan hal itu merupkan bagian dari upaya mempercepat memutus mata rantai penularan.

"Setelah itu kami akan lakukan pengobatan, lalu kami tunggu hingga 14 hari," paparnya.

Menurut Budi, dalam penangan klaster pondok pesantren itu lebih mengedepankan persuasif dan komunikasi dengan pihak pondok pesantren.

"Kami akan back up, penanganan ini nanti akan langsung dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi," tuturnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakan, pemerintah daerah setempa terus bekerja membantu penanganan kasus COVID-19 di pondok pesantren tersebut.

"Ini memang butuh penanganan dari semua pihak. Terima kasih kepada semua pihak yang turun tangan membantu penanganan ini," tutur Azwar Anas.

Bupati Anas optimistis dengan pemulihan kondisi para santri di pondok pesantren, apalagi mereka masih usia muda dan mayoritas semua masuk kategori orang tanpa gejala atau OTG.

"Mohon doanya semua santri segera sembuh," kata Anas.

Rapat koordinasi penanganan COVID-19 di salah satu pesantren di Banyuwangi, itu dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan, KKP Kelas II Probolinggo, Dinas Kesehatan Pemprov Jatim, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara dan Dandim 0825/ Banyuwangi Letkol Yuli Eko. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020