Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur memastikan saat Lebaran tetap membuka layanan kesehatan terutama untuk penanganan COVID-19 baik di rumah sakit maupun tempat observasi.

"Jadi Lebaran petugas tetap jalan, layanan tetap jalan, media center juga tetap jalan. Kami siapkan RSUD Kilisuci untuk penanganan COVID-19 hanya untuk Kota Kediri. Yang OTG (orang tanpa gejala) tapi tidak diisolasi di rumah bisa di sana (RSUD Kilisuci)," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Jumat.

Ia menambahkan, seluruh layanan kesehatan baik rumah sakit, Puskesmas, hingga tempat observasi akan terus buka saat Hari Raya Idul Fitri. Hal itu juga guna memastikan kesehatan masyarakat agar tetap terlayani dengan baik.

Wali Kota mengemukakan layanan kesehatan di RSUD Kilisuci Kediri untuk merawat pasien dengan gejala COVID-19 juga sudah dilengkapi misalnya untuk pemeriksaan torak hingga laboratorium.

Untuk saat ini, sudah terdapat pasien dengan gejala COVID-19 yang sudah dirawat di RSUD Kilisuci Kediri. Yang bersangkutan juga sudah mendapatkan layanan medis.

"Kami antisipasi, obati yang penting jangan sampai ada warga apabila sakit tidak dapat pelayanan, jadi kita upayakan. Karena di RSUD Gambiran itu jadi rumah sakit rujukan dan tidak bisa tolak pasien. Yang parah di RSUD Gambiran," kata dia.

Pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa agenda, bahkan jika terjadi puncak pandemi COVID-19 maupun saat tidak puncak pandemi corona. Pemkot telah menyiapkan jaring pengaman sosial yang bisa dimanfaatkan hingga Desember 2020.

Selain itu, Pemkot juga perlu melakukan evaluasi apakah perlu pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau tidak. Namun, untuk saat ini Pemkot tidak mengambil opsi untuk melakukan PSBB melainkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

"Kalau di puncak (pandemi corona) untuk penyemprotan juga masif ke semua daerah. Di gudang stok mencukupi. Kami sudah beli banyak untuk APD, disinfektan, karena kami sadar tidak mudah untuk beli dan datangkan. Apabila ada virus yang masih menempel di fasilitas umum disemprot semua," kata dia.

Ia juga meminta masyarakat untuk mematuhi anjuran dari pemerintah, untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan hingga selalu mengenakan masker saat keluar rumah. Hal ini guna meminimalisir penyebaran COVID-19.

Dirinya juga menyadari animo masyarakat menyambut lebaran tinggi, dimana di sejumlah pusat perbelanjaan, toko, banyak warga datang untuk membeli kebutuhan.

Namun, ia sudah meminta agar pengelola toko menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan hingga membatasi jumlah pengunjung. Jika hal itu diabaikan, pemerintah tidak segan akan memberikan sanksi pada pengelola pusat perbelanjaan. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020